Kisah Vinsensius Selamatkan Keluarga dari Reruntuhan Rumah hingga Putuskan Mengungsi ke Kebun
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Vinsensius saat ditemui di depan rumahnya yang telah rusak akibat gempa M 7,7.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Di tengah trauma mendalam akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, terselip kisah heroik sekaligus haru dari Kampung Weli, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.
Vinsensius Nojang (42), seorang kepala keluarga, berhasil menyelamatkan istri dan kedua anaknya dari reruntuhan rumah yang roboh total akibat guncangan hebat tersebut.
Saat gempa terjadi, Vinsensius mengaku tidak menyadari bahwa itu adalah bencana alam besar. Namun, naluri seorang ayah bergerak cepat ketika dinding dan atap rumahnya mulai runtuh.
Tanpa berpikir panjang, ia langsung menarik istri dan kedua anaknya ke dalam pelukannya untuk melindungi mereka dari material bangunan yang berjatuhan. Sementara itu, satu anak lainnya sedang berkuliah di Ruteng.
“Saya sampai dua hari tidak mengganti pakaian. Sebelumnya saya tidak tahu kalau ada gempa, tetapi setelah rumah saya hancur semua, saya berdiri dan keluar dari rumah baru saya sadar setelah mendengar teriakan warga lain. Saya merasa seperti keluar dari kuburan,” kenang Vinsensius dengan penuh haru.
Meski kehilangan tempat tinggal, Vinsensius mengaku ikhlas dan tidak menjadikannya beban berat karena bencana ini dirasakan oleh banyak orang. Ia sangat bersyukur seluruh anggota keluarganya selamat.
“Saya yakin rahmat Tuhan menyertai saya,” ujarnya.
Kondisi pascagempa memaksa keluarga Vinsensius bertahan dengan pakaian seadanya karena pakaian serta seragam sekolah anak-anaknya rusak tertimpa bangunan.
Demi keamanan dari gempa susulan, Vinsensius mengambil keputusan besar untuk memindahkan keluarganya ke area perkebunan. Saat ini, ia mulai mengumpulkan bambu secara mandiri untuk membangun rumah darurat.
“Setelah saya merenung beberapa hari ini, saya mengambil keputusan untuk tinggal di kebun sampai BMKG mengumumkan selesainya situasi gempa ini,” kata Vinsensius.
Bantuan untuk Pengungsi Kampung WeliWarga Kampung Weli kini telah mendirikan posko terpusat di halaman kampung mereka untuk bertahan hidup.
Penderitaan warga sedikit terobati dengan kehadiran para tokoh perempuan daerah yang turun langsung meninjau lokasi bencana.Vinsensius mengungkapkan rasa bangganya atas kepedulian tersebut.
“Saya bangga sekali melihat Ibu Bupati turun langsung melihat kami di sini,” ungkapnya.

Didampingi Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Vera Asadoma, Meldyanti Hagur M. Nabit, menghibur para korban bencana di Dusun Weli, Desa Bea Mese, Kec. Cibal.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, hadir menyalurkan bantuan paket sembako serta paket kebutuhan khusus untuk keluarga, anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang berasal dari Komunitas Torajamelo Jakarta.
Tak hanya itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Vera Asadoma, juga turut menyalurkan bantuan serupa.
Bantuan yang diserahkan meliputi paket sembako, perlengkapan mandi, peralatan rumah tangga, hingga kebutuhan spesifik untuk bayi, anak-anak, lansia, dan ibu hamil guna meringankan beban para pengungsi di masa tanggap darurat ini.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar