Masa Transisi Pemulihan Pasca-Gempa M 7,7, Meldyanti Nabit Prioritaskan ‘Trauma Healing’ ke Anak-Anak
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 53 menit yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama anak-anak di kelurahan Wangkung, Kec. Reok, Kab. Manggarai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, kembali turun langsung menyambangi warga terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah Kecamatan Reok pada Kamis (8/10/2026).
Kunjungan kemanusiaan ini menyasar dua wilayah, yakni Desa Watu Tango dan Kelurahan Wangkung. Selain mendistribusikan bantuan fisik, kehadiran istri Bupati Manggarai ini fokus pada pemulihan psikologis warga, terutama anak-anak yang masuk dalam kelompok rentan.
Suasana haru sekaligus bahagia mewarnai awal kunjungan di Kampung Ngancar. Meldyanti Nabit langsung membaur bersama anak-anak setempat untuk melakukan kegiatan trauma healing.

Trauma healing bersama anak-anak di kampung Ngancar, Desa Watu Tango, Kec. Reok.
Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama dan memperagakan berbagai tepuk anak ceria demi mengikis trauma setelah bencana gempa.
Menurut Meldyanti, pemulihan psikologis menjadi salah satu pilar utama pemerintah daerah selama masa transisi pasca-gempa saat ini.
“Saya ingin memastikan agar kelompok-kelompok rentan diperhatikan betul kenyamanan mereka. Saat sekarang, semua yang masuk kelompok rentan harus dihibur, diberi kenyamanan, termasuk perhatian terhadap kesehatan mereka,” ujar Meldyanti di sela-sela kegiatannya.
Setelah sesi trauma healing, Ketua TP PKK Manggarai membagikan makanan tambahan berupa susu dan biskuit kepada anak-anak di Kampung Ngancar dan Kelurahan Wangkung. Tidak hanya itu, bantuan logistik berupa terpal juga diserahkan di titik pertama di Kampung Ngancar, Desa Watu Tango. Rombongan kemudian bergeser ke lokasi kedua di Kelurahan Wangkung untuk menyalurkan paket terpal, kelambu, susu, serta biskuit.
Mengingat intensitas kunjungan yang sudah yang ketiga kalinya di kelurahan Wangkung, Meldyanti mengakui bahwa stok bantuan yang dibawa mulai terbatas.

Pembagian susu dan biskuit untuk anak-anak dari kelurahan Wangkung.
Meski demikian, ia aktif menjaring aspirasi langsung dari masyarakat pesisir utara tersebut. Berdasarkan laporan warga, kebutuhan mendesak saat ini adalah selimut dan kelambu karena cuaca malam hari yang sangat dingin disertai banyaknya nyamuk.
“Warga saat ini sangat membutuhkan kelambu dan selimut. Saya akan segera meneruskan usulan dan kebutuhan mendesak mereka ini ke BPBD Kabupaten Manggarai,” tegas Meldyanti.
Kehadiran Ibu Bupati ini mendapat apresiasi mendalam dari anak-anak penyintas gempa. Maria Desita Ita, siswi kelas VII SMPN 4 Reok, mengaku sangat gembira bisa bercanda ria dan bernyanyi bersama istri orang nomor satu di Manggarai tersebut.
“Kami semua sangat senang, hari ini Ibu Bupati hadir lagi di Kelurahan Wangkung. Saya dan adik-adik sangat bahagia bisa bernyanyi bersama,” ungkap Maria dengan wajah semringah.
Senada dengan Maria, rekan sekolahnya, Meliana Alfiani Nisa, turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia juga menaruh harapan agar Bapak Bupati Manggarai ke depannya dapat mengakomodasi bantuan pendukung lainnya berupa alat tulis sekolah, selimut, serta kelambu untuk kebutuhan istirahat mereka.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar