Breaking News
light_mode
Trending Tags

Geothermal Flores: Solusi PLN Hadirkan Listrik Murah dan Ramah Lingkungan

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Persawahan yang berdampingan langsung dengan PLTP Ulumbu, kab. Manggarai (ist).

Manggarai, pijarflores.com/ – Emirensia Wawo, warga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, tak lgi asing dengan fenomena lumpur panas yang muncul dari dalam tanah di kampungnya. Sejak tahun 1950-an, manifestasi alam itu telah menjadi bagian dari keseharian warga. Namun, ia baru memahami bahwa fenomena tersebut merupakan potensi energi panas bumi ketika tim PT PLN (Persero) melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatannya sebagai sumber listrik.

Hal serupa dirasakan masyarakat Atadei, Kabupaten Lembata. Selama lebih dari dua dekade, warga mendambakan agar potensi panas bumi di wilayah mereka dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan listrik yang andal dan mendorong kemajuan daerah. Harapan itu kini kian nyata seiring komitmen pemerintah dan PLN dalam mengembangkan energi bersih di Flores.

Secara ilmiah, energi panas bumi atau geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alami bumi. Energi ini tersimpan dalam batuan dan fluida bawah tanah, terbentuk dari proses geologi jutaan tahun, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ahli geothermal dari Institut Teknologi Bandung, Ali Ashat, menyebut potensi geothermal di Flores menjadi pilihan utama dalam transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang lebih murah dan ramah lingkungan. Melalui PLTP, subsidi bahan bakar fosil dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan sektor lain yang lebih produktif.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait risiko geothermal, mulai dari isu pencemaran air tanah, emisi gas, hingga gempa bumi. Padahal, jenis geothermal berbeda-beda dan Indonesia menggunakan sistem hydrothermal di mana panas dan air sudah tersedia secara alami sehingga pengembangannya relatif lebih aman dan terukur.

Pengembangan panas bumi dilakukan melalui tahapan ketat dengan teknologi modern dan sistem pengeboran cerdas yang mampu memprediksi serta mencegah risiko kegagalan. Aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap eksplorasi hingga operasi.

Senada dengan Ali Ashat, ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada, Pri Utami, menegaskan bahwa geothermal bukanlah aktivitas pertambangan. Energi ini memanfaatkan panas bumi yang terbarukan, bukan mengeruk sumber daya terbatas.

“Manifestasi seperti uap, lumpur panas, atau bau belerang adalah gejala alami aktivitas bawah permukaan bumi dan perlu dikelola dengan baik agar tetap aman,” jelasnya.

Berdasarkan data PLN, pemanfaatan geothermal di Flores telah mencapai 18 MW dari total potensi sekitar 377 MW. Pemerintah pusat bahkan menetapkan Flores sebagai ikon “Flores Geothermal Island” melalui Keputusan Menteri ESDM tahun 2017.

Saat ini, sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas terpasang 114 MW dengan beban puncak 99,14 MW. Namun, sekitar 85 persen bauran energinya masih didominasi fosil, dengan impor 108.600 ton batu bara dan 92,6 juta liter solar B35 per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperbesar kontribusi energi baru terbarukan.

PLTP menjadi solusi unggulan karena mampu menyediakan listrik stabil, tidak bergantung pada cuaca, serta memiliki emisi karbon rendah, sekitar ±75 gram CO₂e per kWh, jauh lebih kecil dibanding pembangkit berbasis fosil. Beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tengah dikembangkan, antara lain Ulumbu di Manggarai, Atadei di Lembata, Oka Ile Ange di Flores Timur, serta Wae Sano di Manggarai Barat.

Keberhasilan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara menjadi inspirasi. Dengan kapasitas 120 MW, PLTP Lahendong menyuplai listrik ke lebih dari 133.000 rumah dan menghemat devisa miliaran rupiah per tahun. Tak hanya itu, pengembangannya turut mendorong ekowisata, industri lokal, hingga produk unggulan masyarakat.

Pulau Flores dinilai memiliki peluang meniru kesuksesan tersebut, memanfaatkan energi domestik ramah lingkungan, menekan impor BBM, menciptakan lapangan kerja hijau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan kuat datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk Satgas di sejumlah wilayah kerja panas bumi untuk memverifikasi kondisi lapangan dan memastikan proses berjalan transparan serta akuntabel. Dialog dengan masyarakat pun terus dikedepankan.

Menurut Gubernur Melki, proyek geothermal yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sementara yang masih memiliki kendala akan diperbaiki sesuai aspirasi masyarakat. Transparansi data lingkungan, keterlibatan masyarakat adat, serta pelestarian berbasis kearifan lokal menjadi prinsip utama.

PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun menjadi bukti konkret. Saat berdialog dengan warga Desa Wewo, Gubernur menanyakan langsung apakah ada dampak negatif terhadap pertanian, kesehatan, atau ternak. Warga serempak menyatakan tidak pernah merasakan dampak buruk, justru menikmati manfaat listrik yang lebih andal.

Gubernur juga meminta PLN memastikan penggunaan teknologi terbaik dalam setiap proses pengeboran agar pengembangan geothermal benar-benar memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Di balik uap panas bumi yang mengepul dari perut Flores, tersimpan harapan besar akan kemandirian energi dan masa depan yang lebih hijau.

“Dengan kolaborasi pemerintah, PLN, akademisi, dan masyarakat, Flores berada di jalur menuju transformasi energi bersih yang berkelanjutan,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto.

(Tim)

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Manggarai Buka Business Festival III STIE Karya: Dorong Lahirnya Generasi Entrepreneur Lokal

    Bupati Manggarai Buka Business Festival III STIE Karya: Dorong Lahirnya Generasi Entrepreneur Lokal

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai Hery Nabit, secara resmi membuka Business Festival III STIE Karya Ruteng. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Sinergi Muda, Sehat Fisiknya, Kreatif Karyanya, Mandiri Ekonominya: Generasi Entrepreneur dari STIE Karya untuk Manggarai” pada Kamis (2/7/2026). Festival ini dirancang sebagai wadah pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. […]

  • Fokus Pemberdayaan: PLN Berdayakan Masyarakat Adat Wewo Lewat Program Agroforestry Hetero

    Fokus Pemberdayaan: PLN Berdayakan Masyarakat Adat Wewo Lewat Program Agroforestry Hetero

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/  – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agroforestry Hetero di Dusun Tantong, Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6). Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas […]

  • Di Hari ke-19, Satgas Pangan Manggarai Pantau Pasar Inpres Ruteng, Harga Beras Terpantau Stabil Sesuai HET

    Di Hari ke-19, Satgas Pangan Manggarai Pantau Pasar Inpres Ruteng, Harga Beras Terpantau Stabil Sesuai HET

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kabupaten Manggarai kembali turun ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok. Pada Senin (23/02/2026), tim gabungan melakukan pemantauan intensif terhadap komoditi beras di Pasar Inpres Ruteng, Kelurahan Pitak. Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Manggarai, Donatus Share, SH. MH, ini melibatkan […]

  • PLN Tanam 30.000 Pohon, Perkuat Rehabilitasi DAS Manni di Sumbawa

    PLN Tanam 30.000 Pohon, Perkuat Rehabilitasi DAS Manni di Sumbawa

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melaksanakan program penanaman 30.000 pohon pada lahan seluas 66 hektare di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Unter Gadung, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Manni. Program tersebut menjadi wujud […]

  • Tekan Angka TPPO dari Desa, Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Terpadu di Ruteng

    Tekan Angka TPPO dari Desa, Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Terpadu di Ruteng

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, menggelar sosialisasi terpadu dan rapat kordinasi Desa Binaan Imigrasi dalam pencegahan TPPO dan TPPM di wilayah Kabupaten Manggarai, bertempat di Sky Resort, Pitak, Langke Rembong, pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini melibatkan para kepala […]

  • Dukung Gerakan GAMAS, Bupati Manggarai Instruksikan ASN Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

    Dukung Gerakan GAMAS, Bupati Manggarai Instruksikan ASN Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai ayah untuk mengantarkan anak mereka di hari pertama masuk sekolah pada awal Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan ini dituangkan secara resmi melalui Surat Bupati Manggarai Nomor: 476/005/203/DP2KB/VII/2026 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Herybertus […]

expand_less