Gandeng Pemkab Manggarai, Keuskupan Ruteng Luncurkan Festival Golo Curu 2026
- account_circle Tim PF
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ist.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026 resmi diluncurkan di Natas Labar Motang Rua, Ruteng, pada Kamis (9/7/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan festival keagamaan akbar tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 7 Oktober 2026 mendatang.
Tahun ini, festival mengangkat tema “Berziarah Bersama Bunda Maria dalam Pengharapan: Merajut Iman, Membangun Persaudaraan, Menyalakan Misi dan Merawat Kehidupan.” Tema tersebut diusung sebagai roh penggerak dalam membangun kehidupan beriman yang kokoh, sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Festival Golo Curu 2026, Yosef T. Nono, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari gerakan pastoral Gereja. Kegiatan ini sekaligus mengimplementasikan hasil Sinode IV Keuskupan Ruteng yang bernapaskan semangat “Berjalan Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Solider dan Misioner”.
Menurut Yosef, Festival Golo Curu dibangun di atas empat pilar utama, yakni merajut iman, membangun persaudaraan, menyalakan misi, dan merawat kehidupan. Keempat pilar ini diharapkan mampu menjadi pemandu bersama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, solider, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh umat dan elemen masyarakat untuk menjadikan festival ini sebagai ruang memperdalam relasi dengan Tuhan, memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman, menghadirkan pelayanan nyata bagi sesama, serta menjaga kelestarian alam sebagai rumah bersama,” ujar Yosef.
Sementara itu, Uskup Ruteng melalui Vikaris Episkopal (Vikep) Ruteng, Romo Dionesius Osharjo, menegaskan bahwa Festival Golo Curu yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraannya telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang solid antara pihak Gereja dan Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Romo Dionesius menambahkan, meski berakar dari tradisi religius, dampak positif dari festival ini telah meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari penguatan iman, integrasi sosial, pelestarian budaya lokal, pengembangan pariwisata, hingga pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Keuskupan Ruteng dan Pemkab Manggarai berkomitmen untuk terus mempertahankan festival ini sebagai agenda tahunan resmi.
“Festival ini juga menjadi panggung aktualisasi berbagai potensi masyarakat Manggarai dan Manggarai Timur, baik dalam sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, maupun kehidupan rohani,” jelasnya.
Pihak Keuskupan Ruteng turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Manggarai, panitia pelaksana, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), serta seluruh lapisan masyarakat yang ikut menyukseskan peluncuran ini.
Kabar baiknya, Festival Golo Curu kini telah resmi masuk ke dalam kalender wisata nasional lewat Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026. Status bergengsi ini diharapkan mampu mendongkrak promosi wisata religi dan kebudayaan Manggarai di kancah nasional hingga internasional.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Manggarai melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Yosef Jelamu, menegaskan bahwa Festival Golo Curu bukan sekadar milik umat Katolik semata, melainkan milik seluruh masyarakat Manggarai.
“Festival ini adalah perayaan kebersamaan kita. Sebuah ruang di mana seluruh elemen masyarakat dari lintas budaya dan agama dapat berkolaborasi dan merayakan indahnya keberagaman yang dimiliki Manggarai,” kata Yosef Jelamu.
Ia menyatakan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai ke publik yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini terbukti efektif mendorong roda ekonomi masyarakat melalui geliat sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Pemkab Manggarai berharap Festival Golo Curu terus bertransformasi menjadi magnet wisata nasional yang mempertegas posisi Manggarai sebagai destinasi unggulan wisata religi di Indonesia.
“Festival Golo Curu adalah wujud nyata kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah dan Gereja dalam membangun daerah. Semoga festival ini terus menghadirkan dampak positif bagi kehidupan rohani, sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar