Lolos dari Maut dalam 1 Detik: Kisah Pilu Keluarga Remigius di Lelak, Rumah Hancur Diguncang Gempa M 7,7
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 150
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rumah Remigius di Dusin Redo, Desa Urang, Kecamatan Lelak yang hancur karena gempa M 7,7.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Detik-detik menegangkan mewarnai penyelamatan satu keluarga saat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Nyawa istri dan ketiga anak dari Remigius Ratu (35), warga Dusun Redo, Desa Urang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, berhasil selamat dari reruntuhan bangunan berkat respons secepat kilat.
Saat bencana melanda, Remigius sedang tidak berada di rumah. Ia tengah mengadu nasib di Labuan Bajo untuk bekerja demi menyambung hidup keluarganya.
Di rumahnya di Dusun Redo, sang istri berjuang sendirian menjaga buah hati mereka.Malam sebelum gempa, sang istri sempat terjaga hingga pagi karena anak bungsu mereka dalam kondisi sakit.
Sebelum pukul 06.00 WITA, ia kemudian membangunkan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Tak lama berselang, guncangan hebat berkekuatan M 7,7 tiba-tiba melanda.
Dalam situasi mencekam tersebut, sang istri langsung bergerak cepat mendekap dan melarikan anak-anaknya keluar dari dalam rumah.
Keputusan instan itu menjadi pembeda antara hidup dan mati. Hanya berselang satu detik setelah mereka berhasil menginjakkan kaki di luar, rumah mereka langsung runtuh dan hancur seketika ke tanah.
“Berselang satu detik saja mereka berada di luar, rumah langsung hancur seketika,” ungkap Remigius dengan nada bergetar saat menceritakan kembali kisah menegangkan tersebut.
Pasca kejadian, Pemerintah Kecamatan Lelak bersama Pemerintah Desa Urang langsung bergerak cepat meninjau lokasi pada Minggu (16/8/2026) untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat awal.
Saat ini, istri dan ketiga anak Remigius terpaksa mengungsi di Posko Rumah Gendang Redo bersama warga terdampak lainnya.
Mengingat seluruh struktur bangunan rumah dan perabotan di dalamnya sudah rusak total tidak tersisa, Remigius sangat berharap adanya uluran tangan dan perhatian lebih lanjut dari pemerintah.
“Kami meminta kepada pemerintah agar sebisanya mengingat kami korban gempa untuk dibantu, karena rumah dan perabot di dalamnya sudah rusak semua. Saat ini kami sangat membutuhkan obat-obatan, air mineral, tenda darurat, dan juga sembako,” harapnya.
Penderitaan yang dialami oleh keluarga Remigius dan warga Dusun Redo mendapat respons kepedulian dari berbagai pihak. Pada Rabu (19/8/2026), PT Telkomsel Area Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Bali Nusra) mengunjungi langsung Dusun Redo untuk mendistribusikan bantuan sembako.
Aksi kemanusiaan ini didampingi langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit.
Kehadiran tim Telkomsel dan TP PKK Manggarai ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok para pengungsi yang kini tengah bertahan di posko darurat di tengah keterbatasan.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar