Asosiasi Pilot Drone Indonesia Dukung Pemetaan Udara Wilayah Terdampak Gempa di Kabupaten Manggarai
- account_circle Tim PF
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak

Persiapam Kadis Komimfo Manggarai dan tim, bersama Asosiasi Pilot Drone Indonesia, di Kantor Camat Pagal, menuju wilayah terdampak gempa (PJ).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai mendapat dukungan dari Divisi Mitigasi dan Emergency Response Asosiasi Pilot Drone Indonesia dalam upaya memperkuat pendataan dan pemetaan wilayah terdampak gempa bumi M7,7 yang terjadi pada Sabtu, (15/8/2026).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan dua personel pilot drone, yakni Lang Jiwa Noventra dan Achmad Cafin Shauma, yang akan melaksanakan pemetaan udara pada sejumlah wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.
Kedua personel tersebut sebelumnya tiba di Labuan Bajo pada Rabu, 19 Agustus dan selanjutnya menuju Posko Tanggap Darurat Bencana di Ruteng untuk melaporkan rencana kerja serta melakukan koordinasi dengan tim posko.
Sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan, kedua personel berkoordinasi dengan Posko Tanggap Darurat Bencana untuk menggali informasi terkait kondisi wilayah terdampak, prioritas pemetaan, serta kebutuhan data yang diperlukan dalam mendukung penanganan bencana.
Pada tahap awal, tim pilot drone diarahkan untuk melakukan pemetaan udara di Desa Ranaka, Desa Wae Mulu, dan Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i. Selanjutnya, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, kegiatan pemetaan dilanjutkan di wilayah Kecamatan Cibal.
Pemetaan udara tersebut dilakukan untuk memperoleh data visual dan gambaran kondisi wilayah terdampak secara lebih cepat dan komprehensif. Data hasil pemetaan diharapkan dapat mendukung proses asesmen kerusakan, identifikasi kebutuhan masyarakat, pemantauan kondisi wilayah, serta penyusunan langkah penanganan selama masa tanggap darurat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, menyambut baik dukungan Asosiasi Pilot Drone Indonesia dalam memperkuat data dan informasi kebencanaan di Kabupaten Manggarai.
“Kami menyambut baik dukungan dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia. Pemetaan udara ini sangat membantu kita untuk mendapatkan gambaran kondisi wilayah terdampak secara lebih cepat dan akurat. Data visual yang dihasilkan akan menjadi salah satu bahan penting untuk memperkuat asesmen, pemetaan kerusakan, dan pengambilan keputusan dalam penanganan tanggap darurat,” ujar Koordinator Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai ini.
Paulus mengatakan, apabila memungkinkan, pemetaan udara akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Manggarai yang terdampak gempa bumi M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu. Pemetaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan skala prioritas penanganan.
“Kalau memungkinkan, seluruh kecamatan di Kabupaten Manggarai yang terdampak gempa bumi M7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu akan kita lakukan pemetaan udara secara bertahap. Kita ingin mendapatkan gambaran kondisi wilayah dan dampak kerusakan secara lebih menyeluruh,” katanya.
Menurut Paulus, hasil pemetaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan bersama oleh berbagai instansi dalam melaksanakan asesmen, menentukan kebutuhan, menyusun langkah penanganan, hingga mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Harapannya, hasil pemetaan ini dapat menjadi rujukan bagi berbagai instansi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Data yang lebih lengkap dan akurat akan membantu kita memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan dan menentukan prioritas penanganan di setiap wilayah terdampak,” tambahnya.
Ia menegaskan, kegiatan pemetaan udara akan terus dikoordinasikan dengan Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait lainnya agar hasil pemetaan dapat terintegrasi dengan data kebencanaan yang sedang dihimpun pemerintah daerah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia ini diharapkan dapat memperkuat sistem pendataan berbasis teknologi dalam penanganan bencana, sekaligus mempercepat ketersediaan informasi yang akurat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar