Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketika Bumi Berguncang, Kepedulian Harus Tetap Teguh

  • account_circle Ferdinandus Heryanto Dala
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 78
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pijarflores.com – Pagi itu, tanggal 15 Agustus, saya bersama istri dan anak sedang terlelap di dalam rumah. Suasana pagi terasa tenang seperti biasanya. Tidak ada tanda-tanda bahwa beberapa saat kemudian kami akan mengalami sebuah peristiwa yang tidak akan mudah kami lupakan.

Tiba-tiba rumah bergoyang. Pada awalnya saya masih bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi. Namun dalam hitungan detik, saya menyadari bahwa itu adalah gempa bumi.

Saya segera terbangun dan berusaha memastikan keselamatan istri dan anak. Perasaan takut, panik, dan cemas bercampur menjadi satu. Dalam keadaan seperti itu, yang ada dalam pikiran saya hanya satu: bagaimana agar keluarga saya selamat.

Setelah guncangan mulai mereda, saya keluar dan melihat keadaan di sekitar rumah. Ternyata bukan hanya keluarga kami yang merasakan kepanikan. Masyarakat di sekitar juga mengalami hal yang sama.

Ada yang keluar rumah dengan wajah penuh kecemasan, ada yang berusaha mencari anggota keluarganya, dan ada pula yang mulai memeriksa kondisi rumah masing-masing.

Sebagai seorang guru negeri di SMAN 3 Cibal, saya tinggal di rumah dinas, saya terbiasa mendidik dan mendampingi anak-anak. Namun pagi itu saya kembali diingatkan bahwa kehidupan tidak hanya berbicara tentang pekerjaan dan tanggung jawab di sekolah.

Sebagai manusia, kita juga memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi sesama, terutama ketika mereka sedang mengalami kesulitan.

Saya juga dipercaya sebagai Ketua Caritas Paroki Rii. Amanah tersebut membuat hati saya semakin tergerak. Gempa yang kami alami bukan hanya menjadi pengalaman pribadi bagi keluarga kami, tetapi juga menjadi panggilan untuk melihat keadaan orang-orang di sekitar yang mungkin mengalami dampak yang lebih berat.

Saya menyadari bahwa dalam situasi bencana, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan berupa makanan, pakaian, atau tempat tinggal. Kehadiran, perhatian, kepedulian, dan semangat untuk saling menguatkan juga sangat berarti.

Peristiwa pagi 15 Agustus itu mengajarkan saya sebuah pelajaran penting: ketika bumi berguncang, manusia tidak boleh kehilangan rasa kemanusiaannya. Justru dalam keadaan sulit, kita harus semakin kuat bergandengan tangan.

Sebagai guru, saya ingin terus mengajarkan kepada anak-anak bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kepedulian. Sebagai Ketua Caritas Paroki Rii, saya ingin terus hadir bersama masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Gempa mungkin mengguncang rumah kami, tetapi jangan sampai ia mengguncang semangat persaudaraan dan kepedulian kita.

Hari itu saya belajar bahwa keselamatan adalah anugerah, dan setelah kita diselamatkan, sudah menjadi tugas kita untuk ikut menyelamatkan, membantu, dan menguatkan sesama.

15 Agustus akan selalu menjadi pengingat bagi saya bahwa di tengah guncangan kehidupan, kasih, solidaritas, dan kepedulian harus tetap berdiri teguh.

  • Penulis: Ferdinandus Heryanto Dala
  • Editor: Tim PF

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Pertanahan Manggarai Umumkan Kehilangan Sertipikat Tanah Atas Nama Gabriel Hambut

    Kantor Pertanahan Manggarai Umumkan Kehilangan Sertipikat Tanah Atas Nama Gabriel Hambut

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengumumkan kehilangan satu sertipikat tanah atas nama Gabriel Hambut, sebagaimana tercantum dalam Pengumuman Nomor 01/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Eduward Metro Yamasita Tuka, S.SiT, tertanggal 20 Mei 2026. Dalam pengumuman resmi yang diterbitkan, disebutkan bahwa sertipikat tanah yang hilang tersebut […]

  • Resmikan Mbaru Gendang Nanga, Wabup Fabi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Manggarai

    Resmikan Mbaru Gendang Nanga, Wabup Fabi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Manggarai

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, meresmikan pemanfaatan Mbaru Gendang Nanga di Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, pada Selasa pagi (23/6/2026). Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita setelah rombongan disambut dengan ritus Curu atau penjemputan adat. Selanjutnya, Wabup Fabi diantar masuk ke dalam rumah adat untuk mengikuti ritus Kapu (penerimaan tamu) yang kemudian […]

  • Pelatihan Ekonomi Kreatif di Manggarai Batal, Pegiat Pariwisata Kecewa

    Pelatihan Ekonomi Kreatif di Manggarai Batal, Pegiat Pariwisata Kecewa

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 75
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Para pegiat pariwisata di Kabupaten Manggarai menyatakan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa sejumlah pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), dan pendampingan untuk sektor ekonomi kreatif dibatalkan. Informasi ini dikonfirmasi oleh Armin Bel, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Armin, awalnya sudah ada empat kelompok […]

  • Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Satar Mese Patah, Sedang Diperbaiki dan Akan Tuntas Hari Ini

    Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Satar Mese Patah, Sedang Diperbaiki dan Akan Tuntas Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sambungan pipa dari Mata Air Wae Gonggong, menuju desa Iteng dan sekitarnya mengalami gangguan. Penanggung jawab Intalasi Kota Kecamatan (IKK) Perumda Tirta Komodo di Iteng, Kornelis Gunggu, kecamatan Satar Mese, mengatakan gangguan tersebut terjadi akibat batu yang terjatuh dari tebing. “Pecah pipa PVC Q 6, akibat hantaman batu, terjadi kemarin jam 16.40 Wita di jurang […]

  • Pemkab Manggarai Luncurkan SIMRIDA, Bayar Retribusi Daerah Kini Bisa Online

    Pemkab Manggarai Luncurkan SIMRIDA, Bayar Retribusi Daerah Kini Bisa Online

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi meluncurkan Sistem Manajemen Retribusi Daerah (SIMRIDA). Aplikasi pembayaran online ini hadir untuk mempercepat transformasi digital pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peluncuran aplikasi dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, di Kantor Bupati Manggarai, pada Kamis (16/07/2026). Turut hadir dalam acara ini Ketua DPRD Kabupaten […]

  • Jauh dari Kota, SMPN Satap Pulau Mules NTT Dapat Revitalisasi APBN Rp1,1 Miliar

    Jauh dari Kota, SMPN Satap Pulau Mules NTT Dapat Revitalisasi APBN Rp1,1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, terutama di wilayah terpencil seperti Pulau Mules (Nuca Molas) yang menghadapi keterbatasan akses pembangunan. Pembangunan SMPN Satap Nuca Molas di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, menjadi simbol kehadiran negara bagi anak-anak bangsa di wilayah kepulauan. Pendidikan di pulau ini […]

expand_less