Wujudkan Posko Inklusif, TP PKK Manggarai Tata Kamp Pengungsian Ladur yang Ramah Anak dan Lansia
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 151
- comment 0 komentar
- print Cetak

TP PKK Kab. Manggarai, Pemerintah Kec. Cibal dan Desa Ladur, Sat. Pol PP dan Damkar Kab. Manggarai, Anggota DPRD Fraksi Golkar, bersama warga di Kamp Pengungsian Wancang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun posko pengungsian yang inklusif, ramah, aman, dan nyaman bagi warga terdampak gempa bumi. Langkah nyata ini ditujukan bagi para pengungsi dari Dusun Timbang yang dievakuasi ke Dusun Wancang, Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, pada Sabtu (29/8/2026).
Pembangunan posko ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Cibal, Pemerintah Desa Ladur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai, serta Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Fraksi Golkar, Yoakim Jehati.
Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, menjelaskan bahwa pihaknya telah memantau kondisi warga sejak awal pascagempa.
• 17 Agustus 2026: Kunjungan pertama dilakukan untuk melihat kerusakan rumah warga di Dusun Timbang.
• 20 Agustus 2026: Gempa susulan kedua kembali mengguncang dan memperparah kerusakan rumah, sehingga warga harus segera dievakuasi ke Dusun Wancang.
• 23 Agustus 2026: TP PKK kembali berkunjung bersama Jemaat Lifehouse Community menyalurkan bantuan paket sembako, paket anak-anak, lansia, dan bayi, Telkomsel Rajawali melakukan aktifasi kartu dan internet gratis, dan tim PLAN Indonesia menyalurkan tempat penampungan air, serta untuk meninjau pemukiman warga.
• 26 Agustus 2026: Dilakukan proses asesmen mendalam untuk merancang konsep posko yang inklusif. Instrumen posko dibuat oleh PLAN Indonesia, sementara desainnya dirancang bersama Wahana Visi Indonesia (WVI).
• 29 Agustus 2026: Penataan dan pembangunan fisik posko resmi dieksekusi berdasarkan hasil desain asesmen tersebut.
Penerapan Konsep Pengungsian Inklusif
TP PKK menerapkan manajemen pengelolaan kamp yang rapi melalui pemisahan dan pendataan berbasis kebutuhan spesifik gender serta usia, meliputi:
• Pendataan Kepala Keluarga (KK).
• Pemisahan hunian asrama untuk remaja putra dan remaja putri.
• Pemisahan lansia janda, lansia duda, serta fasilitas bagi pasangan lansia.
• Pendataan khusus untuk Pasangan Usia Subur (PUS), ibu hamil, bayi, dan balita.
Setiap tenda diatur agar dihuni oleh 7 hingga 8 orang dengan maksimal dua kepala keluarga. Tenda keluarga khusus juga disediakan bagi keluarga yang memiliki lansia agar proses perawatan dan penyimpanan barang menjadi lebih tenang dan nyaman.
Fasilitas Sanitasi, Logistik, dan Kelistrikan
Guna menunjang kelayakan hidup para pengungsi, posko ini dilengkapi fasilitas komprehensif berkat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Manggarai dan BNPB:
• Bantuan Logistik: Distribusi tenda pengungsian, matras, selimut, bantal, air minum, hygiene kit, dan paket khusus remaja dari para donatur.
• Sanitasi Bersih: Pembangunan toilet dan kamar mandi yang dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, memanfaatkan sumber mata air terdekat.
• Infrastruktur: Pemasangan pipa air minum oleh PDAM Cibal serta penyediaan instalasi listrik (lostroom) oleh PLN.

Kamp pengungsian inklusif di Dusun Wancang, Desa Ladur, Kec. Cibal, Kab. Manggarai.
Posko Kesehatan, Pendidikan, dan Pemulihan Ekonomi
Tidak hanya fokus pada hunian, posko terpadu ini menyediakan fasilitas pendukung lainnya:
1. Layanan Publik: Posko kesehatan, tempat istirahat tenaga kesehatan, dan kantor pelayanan darurat Desa Ladur.
2. Ruang Bermain & Belajar Anak: Mengusung konsep taman baca anak yang dibimbing oleh TP PKK dan Literasi Keluarga Manggarai. Ke depannya, program Peer Educator akan bekerja sama dengan SD setempat agar anak-anak tetap bisa belajar sambil bermain.
3. Pemulihan Ekonomi (Inkubasi Tenun): Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai mendata para penenun di Dusun Wancang dan Timbang. Pada minggu ketiga, Dekranasda akan memberikan bantuan benang dan mendampingi mereka kembali menenun. Seluruh hasil tenunan warga akan langsung dibeli untuk memulihkan nafkah keluarga.
“Hari ini kami bersama-sama mewujudkan posko pengungsian yang inklusif, ramah, aman, dan nyaman untuk keluarga dan anak-anak,” pungkas Meldyanti.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar