Breaking News
light_mode
Trending Tags

Geothermal Itu Ramah Lingkungan, “Kesaksian Warga Ulubelu Dukung Pengembangan PLTP Mataloko”

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Humas PLN.

Ngada, pijarflores.com/ – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terus berjalan dengan dukungan masyarakat setempat.

Di tengah berbagai isu yang beredar, warga Desa Ulubelu menegaskan bahwa kehidupan mereka tetap harmonis dan selaras dengan alam.

Emilia Wawo, warga Daratei, Desa Ulubelu, menuturkan bahwa sejak lama masyarakat telah mengenal manifestasi alam berupa lumpur panas dan mata air panas di wilayah mereka.

“Hari ini harapan kami melihat terang itu adalah terang listrik yang sedang dibangun di Daratei. Kami bangga karena Tuhan memberikan anugerah besar berupa panas bumi di tempat kami,” ujarnya, Senin (30/3/2026), di kediamannya.

Ia mengisahkan, pada periode 1984–1996 para ahli mulai melakukan survei di sejumlah titik yang memiliki potensi panas bumi.

Saat itu, masyarakat sempat diliputi kekhawatiran karena belum memahami tujuan kedatangan para peneliti.

Namun, seiring waktu dan melalui sosialisasi yang dilakukan pemerintah bersama PLN, pemahaman warga semakin terbuka.

“Kami sudah dijelaskan bahwa geothermal ini adalah energi hijau, diambil dari uap airnya dan ramah lingkungan. Dari situ kami memahami bahwa ini tidak merusak alam. Faktanya, dari dulu hingga sekarang, tidak pernah terjadi bencana. Kami di sini tetap hidup dengan baik,” tegas Emilia.

Menurutnya, masyarakat bahkan merasakan dampak positif dari kegiatan pengeboran sumur MT1 hingga MT6. Beberapa tahun setelah pengeboran, lahan kembali subur dan kebun warga semakin hijau.

“Kami di sini tetap menjalani kehidupan seperti biasa dan tetap bersahabat dengan alam. Itu yang ingin kami sampaikan,” tambahnya.

Tokoh adat Desa Dadawea, Leonardus Bhara, juga menegaskan bahwa proses pengembangan dilakukan melalui tahapan yang jelas dan tetap menghormati nilai-nilai adat setempat. Ia menjelaskan, survei lokasi dilakukan bersama pemerintah dan PLN untuk menentukan titik panas bumi yang dapat dimanfaatkan.

“Setelah itu dilakukan perhitungan ganti rugi tanah dan tanaman, dan semuanya telah diselesaikan. Pelepasan tanah juga dilaksanakan secara adat melalui seremoni budaya,” ungkap Leonardus.

Kesaksian serupa disampaikan Katharian Fono, warga Daratei. Ia menilai berbagai isu negatif yang beredar tidak sesuai dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat setempat.

“Jika ada yang mengatakan di sini lumpur muncul di mana-mana dan tidak bisa menghasilkan, itu tidak benar. Kami yang tinggal di sini mengetahui kondisi sebenarnya,” katanya.

Katharian mengaku kehidupannya mengalami perubahan sejak adanya pengembangan geothermal.

“Dulu saya hidup dalam keterbatasan, rumah bambu dengan atap sederhana. Sekarang anak saya bekerja di proyek geothermal dan saya dapat membangun rumah yang lebih layak,” tuturnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menjalankan setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko secara transparan, mengedepankan keselamatan, serta menghormati kearifan lokal.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan sesuai regulasi, berbasis kajian ilmiah, serta menggunakan teknologi terbaik. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan energi bersih yang andal bagi NTT,” ujarnya.

Ia menambahkan, PLTP Mataloko merupakan bagian dari upaya transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami meyakini pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Testimoni warga Desa Ulubelu menjadi bukti bahwa energi bersih dapat tumbuh berdampingan dengan kehidupan sosial dan budaya,” tutupnya.

Tim

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Pertanian: Pemkab Manggarai Mulai Garap Lahan Produktif Golo Dukal

    Transformasi Pertanian: Pemkab Manggarai Mulai Garap Lahan Produktif Golo Dukal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 1
    • 0Komentar

    RUTENG, pijarflores.com/ – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai resmi memulai pengolahan lahan di kawasan sekitar Stadion Golo Dukal, Jumat (10/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan lahan tidur menjadi kawasan produktif guna memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Kegiatan diawali dengan pembersihan lahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, […]

  • TP PKK Manggarai Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Desa Lia

    TP PKK Manggarai Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Desa Lia

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 0
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa yang unggul menuju Indonesia Emas 2045, TP PKK Kabupaten Manggarai menggelar kegiatan sosialisasi pengenalan deteksi tumbuh kembang anak, serta penandatanganan dokumen pembangun komitmen gerakan Desa Sehat PKK dan simulasi kegiatan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Desa Lia, Senin (24/11/2025). Acara yang mengusung tema “Awasi Tumbuh Kembang […]

  • Gelar Simulasi Bencana, PLN UIP Nusra Perkuat Ketangguhan Warga Desa Tablolong dan Lifuleo

    Gelar Simulasi Bencana, PLN UIP Nusra Perkuat Ketangguhan Warga Desa Tablolong dan Lifuleo

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kupang, Pijarflores – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 terus memperkuat peran sosial perusahaan dalam membangun ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN menggelar kegiatan Sosialisasi, Gladi, dan Simulasi Bencana Gempa Bumi Berpotensi Tsunami serta Banjir Rob di Desa […]

  • Herman Ngana Bantah Tuduhan Suap Jaksa untuk SP3 Kasus Proyek Bawang Merah

    Herman Ngana Bantah Tuduhan Suap Jaksa untuk SP3 Kasus Proyek Bawang Merah

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 1
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Kontraktor Herman Ngana membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya dan Livens Turuk, pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian kala itu, memberikan sejumlah uang kepada oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Manggarai. Uang tersebut dituding sebagai imbalan untuk memperoleh Surat Penghentian Penyidikan (SP3) dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bawang merah pada Dinas Pertanian […]

  • Pemberdayaan PLN UIP Nusra Dongkrak Pendapatan Perajin Temulawak Ulumbu

    Pemberdayaan PLN UIP Nusra Dongkrak Pendapatan Perajin Temulawak Ulumbu

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/ – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat kontribusi sosial melalui program benefit sharing yang menyasar pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah proyek. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan rumah produksi Sari Temulawak Ulumbu bagi Kelompok Wela Sita Werek di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. […]

  • Siap Bawa Perubahan, Fransiskus Levens Resmi Daftar Calon Kepala Desa Longko

    Siap Bawa Perubahan, Fransiskus Levens Resmi Daftar Calon Kepala Desa Longko

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/ – Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Longko, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai mulai memanas. Figur potensial Fransiskus Levens secara resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa di Kantor Desa Longko pada Kamis (29/5/2026). Langkah Fransiskus menuju arena kontestasi ini tidak main-main. Datang tepat pukul 10.00 WITA, ia menggalang kekuatan penuh dengan didampingi […]

expand_less