Kisah Haru Fibriana: Lahirkan Bayi Sehari Sebelum Gempa, Alami Pendarahan Hebat hingga Dikunjungi Ketua TP PKK Manggarai
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Kab. Manggarai Meldyanti Hagur M. Marcelina menyerahkan bantuan paket bayi ke Fibriani di Dusun Tungku, Desa Golo, Kec. Cibal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Di tengah trauma mendalam akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, terselip kisah perjuangan hidup dan mati dari seorang ibu muda di Kampung Tungku, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.Fibriana Yulianti Sulam melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat pada Jumat (14/8) pukul 06.15 WITA di Pustu Cumpe.
Kebahagiaan itu datang tepat satu hari sebelum gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 meluluhlantakkan wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).
Setelah melahirkan, Fibriana bersama bayinya langsung kembali ke rumah mereka. Ia mengisahkan, saat guncangan pertama terjadi, dirinya sama sekali tidak mengira bahwa gempa tersebut akan menjadi sangat dahsyat.
“Saya saat itu hanya menepuk tubuh bayi saya, karena berpikir gempanya kecil. Ternyata gempanya besar. Saya kaget dan langsung menggendong bayi saya keluar dari rumah,” kenang Fibriana kepada Pijarflores.com, Selasa (25/8/2026).
Saat kepanikan melanda, Fibriana sedang berada di dalam kamar bersama adiknya, sementara suami dan mertuanya berada di luar. Beruntung, rumah mereka tidak mengalami kerusakan parah dan hanya retak di beberapa sudut. Bayinya yang kemudian diberi nama Gelvin juga dalam kondisi sehat.
Meski demikian, trauma berat yang membekas membuat Fibriana didera stres hingga mengalami pendarahan hebat pada Jumat (21/8). Tenaga kesehatan di Pustu sempat menyarankan agar ia segera dirujuk ke Puskesmas Pagal.
“Puji Tuhan, karena bantuan dari adik saya yang juga perawat dan mama-mama di kampung ini, saya bisa cepat pulih dan pendarahannya berhenti. Sampai saat ini saya masih sangat trauma sekali,” ungkapnya.
Penderitaan Fibriana mendapatkan perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Manggarai. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, turun langsung ke Dusun Tungku untuk memantau kondisi Fibriana dan bayinya.
Dalam kunjungan tersebut, Meldyanti menyalurkan sejumlah bantuan logistik yang sangat dibutuhkan, meliputi Paket Keluarga (beras, telur, mi, gula, minyak goreng), Paket Remaja Putri, Paket Bayi, hingga Paket Anak-anak. Bantuan ini bersumber dari Nurani Astra, Purna Paskib Melbourne, dan BNPB.
“Dari saya pribadi, saya mengucapkan terima kasih. Semoga Bapak dan Ibu Bupati sehat selalu karena Ibu hari ini sudah mengunjungi saya dan bayi saya,” tutur Fibriana penuh haru.

Pembagian paket anak-anak oleh Meldyanti Hagur M. Nabit.
Kunjungan kemanusiaan ini juga didampingi oleh perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dari Jakarta yang datang langsung untuk memantau kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan, sedang, hingga rusak total.
Setelah dari Dusun Tungku, Meldyanti bersama rombongan Kementerian PKP melanjutkan perjalanan ke Kampung Teber, Desa Bea Mese.
Di lokasi ini, Meldyanti menyerahkan 6 unit tenda keluarga berukuran 4×4 meter untuk menggantikan tenda darurat rakitan warga yang kurang layak.Saat menyerahkan bantuan, Meldyanti menyampaikan pesan menyentuh dari Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit.
“Hari ini saya datang membawa tenda keluarga ukuran 4×4. Saya minta maaf anak perempuan saya tidak bisa tidur terlantar. Kemarin saya tanya ke salah satu orang tua yang anaknya sakit batuk, dia menjawab karena debu. Oleh karena itu saya hadir bawa tenda ini agar anak perempuan saya bisa tidur lebih nyaman,” kata Meldyanti.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan tenda ini harus memprioritaskan kelompok rentan sesuai dengan instruksi Bupati Hery Nabit.
“Prioritas untuk di tenda adalah lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, bayi, dan disabilitas. Kamar tidur mereka harus dipisahkan agar bisa tidur dengan aman,” tegasnya.
Menutup rangkaian aksi tanggap darurat hari itu, Meldyanti beserta rombongan bergerak menuju Kampung Weli untuk kembali menyerahkan paket bantuan khusus bagi bayi dan remaja yang terdampak.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar