Kisah Nakes Vinsensia Selamat dari Gempa Cibal dan Sentuhan Kasih Ibu Bupati Manggarai
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Vinsensia Hayati, P3K Paruh Waktu di Poskesdes Perak, dan rumahnya yang rusak akibat gempa M 7,7.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Jarum jam baru menunjukkan pukul 05.30 WITA pada Sabtu, 15 Agustus 2026, ketika keheningan subuh di Dusun Teber, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, berubah menjadi ketakutan yang mencekam.
Vinsensia Hayati, seorang tenaga kesehatan (Nakes) P3K paruh waktu di Poskesdes Perak (Puskesmas Bea Mese), menjadi saksi hidup bagaimana bumi bergoncang hebat dan menghancurkan rumah tempat tinggalnya dalam sekejap. Saat itu, sebagian besar anggota keluarga Vinsensia masih terlelap.
Hanya ia dan suaminya yang sudah terjaga. Ketika ia berada di dapur untuk memasak air, getaran kecil mulai terasa. Insting Vinsensia bergerak cepat; ia segera berlari kembali ke kamar untuk membangunkan suami dan anak-anaknya.
Keputusan itu menjadi penentu hidup dan mati. Tak lama setelah mereka terjaga, guncangan dahsyat melanda selama kurang lebih 46 detik.
Dalam suasana panik dan ketakutan yang luar biasa, seluruh anggota keluarga berlari menyelamatkan diri melalui pintu depan.
Begitu berhasil keluar, pemandangan memilukan tersaji di depan mata. Dinding rumah mereka runtuh total.
Bagian kamar tidur mengalami kerusakan paling parah, dengan batu bata yang hancur berhamburan di tanah.
“Puji Tuhan, kami sekeluarga selamat dari bencana gempa tersebut,” ungkap Vinsensia penuh syukur, mengenang peristiwa yang nyaris merenggut nyawa keluarganya.
Pascabencana, kepedulian nyata langsung mengalir ke Dusun Teber. Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan kedaruratan untuk meringankan beban para korban.
Bantuan yang didistribusikan meliputi paket sembako, paket lansia, paket ibu hamil, paket anak-anak, hingga paket khusus bayi.
Selain kebutuhan pangan, TP PKK juga telah mendirikan tenda-tenda keluarga sebagai tempat bernaung sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bantuan yang disalurkan datang dari beberapa donatur, seperti Jemaat Lifehouse Community, Torajamelo, Meratus, Purna Paskibra Melboerne, Pemprov Sumatera Barat, dan BNPB.
Kehadiran bantuan ini membawa secercah ketenangan di tengah duka. Vinsensia, mewakili warga setempat, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh istri orang nomor satu di Kabupaten Manggarai tersebut.
“Terima kasih atas kenyamanan istirahat malam kami tadi malam (26/8). Terima kasih banyak atas kepedulian Ibu Bupati untuk kami semua di Dusun Teber,” tutur Vinsensia.
Kini, di tengah keterbatasan dan bayang-bayang trauma runtuhnya dinding rumah, Vinsensia dan warga Dusun Teber perlahan mencoba bangkit, dikuatkan oleh gotong royong dan uluran tangan sesama.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar