Warga Trauma Rumah roboh, Minta Tenda Keluarga dan Hunian Semi Permanen
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Kab. Manggarai Meldyanti Hagur M. Nabit saat berada di Dusun Nggeng, Desa Lando, Kec. Cibal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Lando, Kecamatan Cibal, pada Rabu (26/8/2026). Kehadiran istri Bupati Manggarai ini didampingi oleh Camat Cibal, Heribertus W. Ganar, dan Kepala Desa Lando, Dionisius Madas.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, disalurkan berbagai logistik unik dan spesifik untuk memenuhi kebutuhan warga di pengungsian. Bantuan yang dibawa meliputi air minum dari Meratus, sembako dari Torajamelo, hingga makanan siap saji berupa Rendang dari Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, bantuan dikemas dalam beberapa kategori khusus, yaitu:
1. Paket Keluarga: Beras, telur, mi, gula, dan minyak goreng.
2. Paket Remaja Putri: Selimut, sabun mandi, sabun cuci, odol, dan sikat gigi.
3. Paket Bayi: Perlengkapan bayi.
4. Paket Anak-anak: Jajanan, biskuit, susu, dan permen.
5. Paket Lansia: Minyak gosok/minyak angin, biskuit, sabun mandi.

Ketua TP PKK Meldyanti Hagur M. Nabit dan Camat Cibal Heribertus W. Ganar saat menyambangi Kamp Pengungsian di Desa Lando.
Kendala yang dialami saat pendistribusian bantuan ini, kepala keluarga yang terdata hanya yang tumahnya mengalami kerusakan. Sementara hampir semua kepala keluarga berharap agar mendapatkan bantuan sembako.
Bantuan ini menyasar warga di tiga wilayah terdampak, yakni Dusun Lando 1, Dusun Lando 2, dan Dusun Wae Nggeng.
Ditemui media ini, beberapa warga sangat trauma rumah mereka roboh akibat gempa selama ini, Minta tenda keluarga dan hunian semi permanen. Kepala Desa Lando, Dionisius Madas, mengungkapkan bahwa mayoritas rumah warga yang rusak parah adalah bangunan permanen.
Kondisi ini diperparah oleh kondisi permukaan tanah di Desa Lando yang miring serta guncangan gempa susulan yang terjadi hampir setiap hari, terutama gempa susulan besar pada Kamis (20/8).
“Banyak warga saya trauma. Karena rata-rata rumah dibangun di lahan miring, mereka mengusulkan agar ke depan diberikan bantuan rumah semi permanen saja yang lebih aman sesuai kondisi tanah di sini,” ujar Kades Dionisius.
Aspirasi serupa juga datang dari warga Dusun Wae Nggeng, Markus Sema.
“Mungkin bisa kami dibantu untuk mendapatkan tenda keluarga. Terima kasih dan semoga sukses selalu untuk Pak Bupati dan Ibu,” harapnya.
Sementara itu, Hilarus Antik (68), salah seorang tokoh lansia setempat, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian pemerintah daerah pascagempa bermagnitudo 7,7 yang melanda Flores tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Manggarai melalui Ibu Meldyanti karena sudah melihat langsung kondisi kami di Desa Lando. Kami berharap pemerintah terus mendampingi kami,” tutur Hilarus.
Menanggapi keluhan dan harapan warga, Meldyanti Hagur M. Nabit menguatkan para pengungsi agar tetap sabar bertahan di tenda darurat sembari proses pendataan lanjutan berjalan.
“Pesan dari Pak Bupati, untuk sementara kita bertahan di tenda ini. Tugas kami dari Pemkab, kecamatan, hingga dusun akan mendata kembali semuanya. Strategi pendataannya nanti akan disampaikan oleh Pak Camat dan Pak Kades ke setiap dusun. Mari kita berdoa bersama agar gempa ini cepat selesai. Sehat-sehat untuk kita semua,” pesan Meldyanti di hadapan para pengungsi.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar