Kunjungi UIP Nusra, Direktur Manajemen Risiko PLN Perkuat Mitigasi Proyek Kelistrikan di NTB & NTT
- account_circle Tim PF
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mataram, Pijarflores.com – Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Denny Triyanto, melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 12 Oktober 2026.Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan penerapan manajemen risiko dalam mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Denny Triyanto mengikuti kegiatan temu pegawai bersama jajaran manajemen dan pegawai PLN UIP Nusra. Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara direksi dan pegawai untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya identifikasi, pengendalian, serta mitigasi risiko pada setiap tahapan pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Sebagai unit yang bertanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah NTB dan NTT, PLN UIP Nusra menghadapi berbagai dinamika dalam pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan, perizinan, pengadaan tanah, konstruksi, hingga penyelesaian pembangunan. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko secara terukur dan berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai target dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kualitas, biaya, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Denny Triyanto, menegaskan bahwa penguatan mitigasi risiko menjadi bagian penting dalam memastikan pencapaian target pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.
“Target pembangunan dalam RUPTL harus diikuti dengan pengelolaan risiko yang baik. Setiap potensi hambatan perlu diidentifikasi sejak dini, dimitigasi secara terukur, dan diintervensi sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Manajemen risiko bukan untuk memperlambat proses, tetapi untuk membantu memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai anggaran, memenuhi standar kualitas, serta tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kepatuhan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Denny.
Sementara itu General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, menyampaikan bahwa penguatan manajemen risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perusahaan dalam memastikan keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pada proyek-proyek yang memiliki tantangan teknis maupun sosial yang beragam.
“Setiap proyek pembangunan memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kami terus mendorong seluruh jajaran untuk mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, menyusun langkah mitigasi yang tepat, serta memastikan pengendalian risiko berjalan secara konsisten pada setiap tahapan pekerjaan,” ujar RDW Manurung.
RDW menambahkan bahwa penerapan manajemen risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, melainkan perlu menjadi bagian dari budaya kerja seluruh pegawai, baik di tingkat unit induk maupun unit pelaksana proyek.
“Kunjungan dan arahan Direksi ini menjadi penguatan bagi seluruh insan PLN UIP Nusra untuk semakin proaktif dalam mengelola risiko proyek. Dengan pengendalian risiko yang baik, kami optimistis pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di NTB dan NTT dapat dilaksanakan secara lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan demi mendukung keandalan pasokan listrik serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutup RDW Manurung.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar