Breaking News
light_mode
Trending Tags

MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Edi Danggur (ist).

Oleh: Edi Danggur

Pijarflores – Jika ada sengketa tanah di antara warga masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog atau bipartit. Jangan cepat-cepat menyerahkan sengketa itu kepada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim). Sebab, dengan demikian Anda menyerahkan kendali untuk menyelesaikan masalah itu kepada pihak lain.

Kaum bijak biasanya menasehati: “Jika kamu tidak duduk di meja perundingan maka kamu ada di menu”. Nasehat ini merupakan hasil permenungan mendalam dari para negosiator, tidak hanya dalam politik, ekonomi bahkan hukum.

Apa arti esensial dan bagaimana nasehat bijak itu diimplementasikan dalam menyelesaikan sengketa tanah?

Esensi Perundingan

Dengan menyelesaikan masalah pertanahan melalui perundingan, maka pihak-pihak yang bersengketa akan terlibat dalam proses perundingan itu. Dengan terlibat dalam proses, pihak-pihak tersebut bisa ikut mengambil keputusan yang mempengaruhi hasil akhir.

Keterlibatan itu memberi kekuasaan dan kontrol kepada para pihak. Jika pihak-pihak tidak terlibat, dan menyerahkan penyelesaian masalah itu kepada aparat penegak hukum, maka pihak bersengketa tidak memiliki kontrol atas hasil keputusan dan dapat menjadi korban dari keputusan orang lain.

Perundingan mengasumsikan adanya kesadaran dan proaktivitas akan kepentingan mereka sendiri, serta untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mempromosikan kepentingan tersebut.

Dari pengertian esensial tentang perundingan itu maka ada beberapa pesan moral dari frasa tersebut:

Pertama, ketika ada masalah, in casu sengketa tanah, jangan pasif. Jangan hanya menunggu dan melihat, tapi ambil langkah-langkah untuk terlibat dan mempengaruhi hasil. Jangan melemparkan masalah itu pada orang lain, apalagi jika orang lain tidak kompeten, bukan penegak hukum.

Kedua, jaga kepentinganmu. Jaga kepentinganmu sendiri dan jangan biarkan orang lain memutuskan untukmu. Jangan berharap tokoh agama dari berbagai tingkatan bisa menyelesaikan masalahmu.

Tokoh agama itu ibarat matahari yang bersinar untuk semua orang, tidak memandang orang benar dan orang yang salah, orang yang bersikap adil dan orang yang melanggar hukum, orang baik maupun orang jahat.

Ketiga, bersiap untuk berjuang. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus bersiap untuk berjuang dan mempertahankan kepentinganmu, tentu dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain.

Implementasi

Dalam berbagai sengketa tanah yang terjadi di Labuan Bajo, Penulis selalu memberikan saran penyelesaian seperti ini: Silakan berperkara melalui pengadilan jika semua klaim kepemilikan bisa dibuktikan. Tetapi, jika tidak, sebaiknya berpikir ulang.

Jangan emosi yang mengontrol rasio, tetapi rasio yang mengontrol emosi. Dengan begitu, semua tutur kata di ruang publik, efektif dan efisien. Menyerahkan kendali persoalan kepada pihak lain, ke media massa dengan narasi yang saling memojokkan, ibarat membakar meja perundingan.

Jika demikian, pilihan terbaik dengan mempertimbangkan nasehat bijak di atas, adalah sikap dan perilaku berikut:

Pertama, terlibat dalam proses. Cari kesempatan untuk terlibat dalam proses perundingan atau pengambilan keputusan yang mempengaruhi demi tercapainya kepentinganmu.

Kedua, jaga komunikasimu, baik lisan maupun tulisan. Jika komunikasimu di ruang publik dengan pihak-pihak yang terkait, baik dan menyejukkan, maka hal itu bisa memastikan bahwa kepentinganmu didengar.

Ketiga, bersiap untuk bernegosiasi. Jangan mau menang sendiri. Maka, bersiaplah untuk bernegosiasi dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Hanya dengan memilih perundingan dan bersiap untuk beradaptasi dengan kepentingan pihak lawan maka hanya melalui meja perundingan itu Anda dapat meningkatkan posisi tawarmu.

Pihak ketiga, entah media massa maupun institusi keagamaan sekalipun, hanya akan menjadikan kita sebagai menu dalam pusaran konflik tersebut. Semua bisa menjadi sia-sia.

Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Kabupaten Manggarai Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Natas Labar

    Pemerintah Kabupaten Manggarai Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Natas Labar

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai secara resmi mengundang seluruh masyarakat untuk menghadiri acara Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026. Laga akbar yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol ini akan diselenggarakan secara terbuka dan gratis untuk umum. Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., bersama Wakil Bupati, Fabianus Abu, S.Pd., mengajak warga untuk menyemarakkan […]

  • Akses Ruteng–Iteng Putus, Longsor Tutupi Jalan di Dekat Jembatan Wae Mantar II

    Akses Ruteng–Iteng Putus, Longsor Tutupi Jalan di Dekat Jembatan Wae Mantar II

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai menyebabkan bencana tanah longsor di ruas jalan Ruteng–Iteng. Peristiwa ini tepatnya terjadi di dekat Jembatan Wae Mantar II, Desa Umung, Kecamatan Satar Mese, (18/5)2026) Akibat kejadian tersebut, material longsor menutup seluruh badan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara waktu sama […]

  • Aksi Tanggap Darurat, Ketua PKK Manggarai Antar Bantuan Korban Gempa ke Rahong Utara

    Aksi Tanggap Darurat, Ketua PKK Manggarai Antar Bantuan Korban Gempa ke Rahong Utara

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, memimpin langsung pendistribusian bantuan logistik tanggap darurat untuk korban terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Kecamatan Rahong Utara, Selasa (18/8/2026) pagi. Logistik yang disalurkan merupakan bantuan dari Jemaat Lifehouse Community Jakarta. Bantuan tersebut sebelumnya dikumpulkan di Posko Bencana […]

  • Jalan Ruteng-Reo Amblas Akibat Pergeseran Tanah, Pengguna Jalan Diminta Waspada

    Jalan Ruteng-Reo Amblas Akibat Pergeseran Tanah, Pengguna Jalan Diminta Waspada

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 59
    • 0Komentar

    RUTENG, pijarflores.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu bencana alam di ruas jalan nasional Ruteng-Reo, tepatnya di wilayah Rawuk, Minggu (8/3/2026) siang. Peristiwa ini mengakibatkan badan jalan pecah dan mengalami kerusakan serius. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Jon Bosco, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satker 3.3 selaku pengelola jalan nasional […]

  • Felix Edon Raih Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Hery Nabit: Kebanggaan bagi Seluruh Masyarakat Manggarai

    Felix Edon Raih Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Hery Nabit: Kebanggaan bagi Seluruh Masyarakat Manggarai

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa seniman musik Felix Edon yang berhasil meraih Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia Kategori Pelestari Musik Tradisional Manggarai dari Kementerian Kebudayaan RI. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Felix dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisional Manggarai, khususnya instrumen bambu Cakatinding. […]

  • Bupati Manggarai Pimpin Langsung Evakuasi Pasien RSUD Ruteng dan Dirikan Posko Darurat

    Bupati Manggarai Pimpin Langsung Evakuasi Pasien RSUD Ruteng dan Dirikan Posko Darurat

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, S.E., M.A., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat memantau langsung proses evakuasi total pasien di RSUD Ruteng. Langkah ini diambil menyusul bencana gempa bumi berkekuatan  Magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo dan berdampak parah hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai. Turut mendampingi Bupati dalam […]

expand_less