Breaking News
light_mode
Trending Tags

Geothermal Itu Ramah Lingkungan, “Kesaksian Warga Ulubelu Dukung Pengembangan PLTP Mataloko”

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Humas PLN.

Ngada, pijarflores.com/ – Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terus berjalan dengan dukungan masyarakat setempat.

Di tengah berbagai isu yang beredar, warga Desa Ulubelu menegaskan bahwa kehidupan mereka tetap harmonis dan selaras dengan alam.

Emilia Wawo, warga Daratei, Desa Ulubelu, menuturkan bahwa sejak lama masyarakat telah mengenal manifestasi alam berupa lumpur panas dan mata air panas di wilayah mereka.

“Hari ini harapan kami melihat terang itu adalah terang listrik yang sedang dibangun di Daratei. Kami bangga karena Tuhan memberikan anugerah besar berupa panas bumi di tempat kami,” ujarnya, Senin (30/3/2026), di kediamannya.

Ia mengisahkan, pada periode 1984–1996 para ahli mulai melakukan survei di sejumlah titik yang memiliki potensi panas bumi.

Saat itu, masyarakat sempat diliputi kekhawatiran karena belum memahami tujuan kedatangan para peneliti.

Namun, seiring waktu dan melalui sosialisasi yang dilakukan pemerintah bersama PLN, pemahaman warga semakin terbuka.

“Kami sudah dijelaskan bahwa geothermal ini adalah energi hijau, diambil dari uap airnya dan ramah lingkungan. Dari situ kami memahami bahwa ini tidak merusak alam. Faktanya, dari dulu hingga sekarang, tidak pernah terjadi bencana. Kami di sini tetap hidup dengan baik,” tegas Emilia.

Menurutnya, masyarakat bahkan merasakan dampak positif dari kegiatan pengeboran sumur MT1 hingga MT6. Beberapa tahun setelah pengeboran, lahan kembali subur dan kebun warga semakin hijau.

“Kami di sini tetap menjalani kehidupan seperti biasa dan tetap bersahabat dengan alam. Itu yang ingin kami sampaikan,” tambahnya.

Tokoh adat Desa Dadawea, Leonardus Bhara, juga menegaskan bahwa proses pengembangan dilakukan melalui tahapan yang jelas dan tetap menghormati nilai-nilai adat setempat. Ia menjelaskan, survei lokasi dilakukan bersama pemerintah dan PLN untuk menentukan titik panas bumi yang dapat dimanfaatkan.

“Setelah itu dilakukan perhitungan ganti rugi tanah dan tanaman, dan semuanya telah diselesaikan. Pelepasan tanah juga dilaksanakan secara adat melalui seremoni budaya,” ungkap Leonardus.

Kesaksian serupa disampaikan Katharian Fono, warga Daratei. Ia menilai berbagai isu negatif yang beredar tidak sesuai dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat setempat.

“Jika ada yang mengatakan di sini lumpur muncul di mana-mana dan tidak bisa menghasilkan, itu tidak benar. Kami yang tinggal di sini mengetahui kondisi sebenarnya,” katanya.

Katharian mengaku kehidupannya mengalami perubahan sejak adanya pengembangan geothermal.

“Dulu saya hidup dalam keterbatasan, rumah bambu dengan atap sederhana. Sekarang anak saya bekerja di proyek geothermal dan saya dapat membangun rumah yang lebih layak,” tuturnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menjalankan setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko secara transparan, mengedepankan keselamatan, serta menghormati kearifan lokal.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan sesuai regulasi, berbasis kajian ilmiah, serta menggunakan teknologi terbaik. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan energi bersih yang andal bagi NTT,” ujarnya.

Ia menambahkan, PLTP Mataloko merupakan bagian dari upaya transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami meyakini pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Testimoni warga Desa Ulubelu menjadi bukti bahwa energi bersih dapat tumbuh berdampingan dengan kehidupan sosial dan budaya,” tutupnya.

Tim

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Budaya dan Energi: PLN Gandeng Masyarakat Adat Ngada di Proyek PLTP Mataloko

    Sinergi Budaya dan Energi: PLN Gandeng Masyarakat Adat Ngada di Proyek PLTP Mataloko

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melaksanakan prosesi adat bersama masyarakat adat Ngada sebagai bagian dari tahapan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 10 September 2026. Prosesi adat dilakukan melalui penanaman pilar […]

  • Tiba di Ruteng, Jemaah Haji Manggarai Disambut Hangat Bupati Hery Nabit

    Tiba di Ruteng, Jemaah Haji Manggarai Disambut Hangat Bupati Hery Nabit

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menyambut kembali kepulangan sembilan jemaah haji Kabupaten Manggarai di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Kamis (25/6/2026) pagi. Kesembilan jemaah yang tergabung dalam Kloter 81 Embarkasi Makassar tersebut tiba di Ruteng dalam keadaan sehat dan lengkap. Ketua Regu Jemaah Haji Manggarai, Haji Nur Hidayat, menyampaikan rasa syukur […]

  • Kebutuhan Listrik Meningkat? PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Cepat Lewat PLN Mobile

    Kebutuhan Listrik Meningkat? PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Cepat Lewat PLN Mobile

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Jakarta, Pijarflores – Memasuki tahun 2026, PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung produktivitas masyarakat melalui digitalisasi layanan. Menjawab meningkatnya aktivitas rumah tangga dan operasional bisnis, PLN menghadirkan solusi praktis penambahan daya listrik secara resmi, transparan, dan cepat melalui aplikasi PLN Mobile. Layanan ini dirancang untuk meminimalisir risiko gangguan akibat kekurangan daya, sekaligus memberikan […]

  • Resmikan Mbaru Gendang Nanga, Wabup Fabi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Manggarai

    Resmikan Mbaru Gendang Nanga, Wabup Fabi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Manggarai

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, meresmikan pemanfaatan Mbaru Gendang Nanga di Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, pada Selasa pagi (23/6/2026). Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita setelah rombongan disambut dengan ritus Curu atau penjemputan adat. Selanjutnya, Wabup Fabi diantar masuk ke dalam rumah adat untuk mengikuti ritus Kapu (penerimaan tamu) yang kemudian […]

  • Felix Edon Raih Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Hery Nabit: Kebanggaan bagi Seluruh Masyarakat Manggarai

    Felix Edon Raih Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Hery Nabit: Kebanggaan bagi Seluruh Masyarakat Manggarai

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa seniman musik Felix Edon yang berhasil meraih Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia Kategori Pelestari Musik Tradisional Manggarai dari Kementerian Kebudayaan RI. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Felix dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisional Manggarai, khususnya instrumen bambu Cakatinding. […]

  • Tepis Isu Manipulasi, Bupati Hery Nabit Pastikan Proses PPPK Paruh Waktu Terbuka untuk Klarifikasi

    Tepis Isu Manipulasi, Bupati Hery Nabit Pastikan Proses PPPK Paruh Waktu Terbuka untuk Klarifikasi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, SE., M.A. menegaskan bahwa seluruh proses Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai telah dilaksanakan sesuai mekanisme, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas. Bupati menyampaikan bahwa seluruh tahapan administrasi dan verifikasi telah dilakukan secara prosedural oleh perangkat daerah […]

expand_less