Momen Unik Pembukaan Turnamen Silat Se-NTT: Bupati Hery Nabit Mandat Atlet Cilik Pukul Gong
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto peserta, pengurus IPSI NTT bersama Bupati Manggarai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, resmi membuka Open Turnamen Pencak Silat Antar-Perguruan se-Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengusung tema “Merajut Prestasi Menuju PON 2028, Bersama Kita Bisa”, pembukaan kompetisi bergengsi ini berlangsung meriah di Gedung Olahraga (GOR) Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Kamis (25/6/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyapa hangat seluruh jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi NTT, para wasit, pelatih, atlet, serta panitia pelaksana.
Ia memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian dan semangat gotong royong seluruh perguruan yang telah berjuang secara mandiri untuk bisa berpartisipasi.
“Kami dari luar hanya menambah sedikit saja, tenaga terbesarnya ada pada IPSI ini sendiri. Tepuk tangan untuk dirimu sendiri! Itulah Indonesia dan itulah yang disebut gotong royong,” ujar Bupati Manggarai dua periode tersebut, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari seisi GOR.
Sebagai tuan rumah, Bupati Hery juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen, terutama mereka yang telah tiba di Kota Ruteng sejak lima hari sebelum turnamen dimulai.
Ia berharap udara sejuk Ruteng dapat memberikan kenyamanan bagi para tamu layaknya di rumah sendiri.Ia juga menitipkan pesan mendalam mengenai sportivitas kepada para atlet muda.
“Menjadi yang terbaik itu tujuan, tetapi menjadi yang terbaik sesuai dengan aturan itu yang utama. Kalah bukan lawan dari menang, sebagaimana gagal bukan lawan dari berhasil. Kalah adalah jalan menuju kemenangan, dan gagal adalah jalan menuju kesuksesan. Setiap kegagalan harus menjadi pembelajaran berharga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Provinsi NTT, dr. Meserasi Ataupa, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Bupati Hery Nabit.
Ia memuji kepemimpinan Bupati Hery yang dinilainya tetap rendah hati dan peduli sejak dulu hingga memimpin Kabupaten Manggarai.Kepada para atlet, dr. Meserasi membakar semangat mereka dengan menegaskan pesan persaudaraan.
“Tidak ada kekalahan yang perlu ditangisi, tidak ada kemenangan yang perlu dibanggakan. Semua yang hadir di sini adalah saudara,” ujarnya.
Ia juga berpesan khusus kepada para wasit dan juri agar selalu menjaga netralitas demi keamanan dan kelancaran pertandingan. Demi meminimalkan kesalahan, IPSI NTT juga menyiapkan teknologi pendukung.
“Pak Bupati, kami juga menyiapkan Video Assistant Referee (VAR). Jadi jika ada yang memprotes keputusan, bisa kita lihat kembali lewat VAR. Di tengah keterbatasan, kami memaksimalkan semuanya,” imbuhnya.
Dokter Meserasi menambahkan bahwa target silat NTT untuk menjadi Juara Umum pada PON 2028 bukanlah hal yang muluk-muluk. NTT memiliki rekam jejak pesilat tangguh yang bahkan mampu menembus level juara dunia.
Melalui turnamen di Kabupaten Manggarai ini daerah yang juga turut membesarkan namanya IPSI NTT akan melakukan seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet penentu yang siap berlaga di PON 2028.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Manggarai, Wendelinus Marianus Nurung, S.H., melaporkan bahwa turnamen ini akan berlangsung selama enam hari, yakni mulai 25 hingga 30 Juni 2026.

Ketua IPSI Kab. Manggarai.
Sebanyak 299 atlet dari 22 perguruan silat yang tersebar di 12 Kabupaten se-NTT dipastikan ambil bagian. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi kategori tanding, tunggal, regu, serta solo kreatif untuk putra dan putri.
Kompetisi ini dibagi ke dalam empat tingkatan usia:
1. Usia Dini: 8–11 tahun
2. Pra-Remaja: 11–14 tahun
3. Remaja: 14–17 tahun
4. Dewasa: 17–35 tahun
Turnamen ini memperebutkan Piala Bupati Manggarai untuk golongan dewasa dan remaja, serta Piala Ketua IPSI NTT untuk golongan pra-remaja dan usia dini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, estafet tuan rumah turnamen silat tahun 2027 mendatang direncanakan akan digelar di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Momen Unik Pembukaan
Ada momen unik sekaligus menyentuh saat sesi upacara pembukaan. Ketika tiba waktunya memukul gong sebagai tanda resminya turnamen, Bupati Hery Nabit memilih tidak memukulnya sendiri.
Ia justru memberikan mandat dan kesempatan kepada salah seorang atlet cilik untuk memukul gong tersebut. Langkah ini menjadi simbolisasi nyata dari dukungan penuh pemerintah terhadap regenerasi dan masa depan atlet usia dini di NTT.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar