Dinas Kesehatan Manggarai Perkuat Posyandu Era Baru Lewat Sinergi Lintas Sektor dan Peluk Sehat
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 240
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Pembina Posyandu Kab. Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit (ist).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu di Aula Efata Ruteng, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri 65 peserta lintas sektor, termasuk camat, kepala puskesmas, PKK, kader, serta mitra pembangunan (Plan International, Ayo Indonesia, World Vision Indonesia) untuk memperkuat transformasi layanan primer.
Pertemuan membahas dua tantangan utama: keterbatasan bangunan representatif dan tuntutan digitalisasi kader. Saat ini, 386 dari 602 Posyandu (64,11%) telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP).
Dalam era baru, Posyandu tidak lagi hanya melayani ibu dan anak, tetapi menjadi pusat pelayanan terpadu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup kesehatan, sosial, pendidikan, hingga ketertiban umum.
Ketua Pembina Posyandu, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, menegaskan pentingnya Buku KIA sebagai dokumen vital bagi tumbuh kembang anak.
“Jagalah Buku KIA seperti menjaga sertifikat tanah, karena itu adalah harta anak,” ujarnya.
Dinkes juga mengimbau setiap ibu selalu membawa Buku KIA saat mengakses layanan agar pemantauan kesehatan berjalan berkesinambungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, menekankan bahwa digitalisasi dan sarana fisik hanyalah alat. Esensi ILP adalah menjangkau kelompok rentan yang selama ini terabaikan. Ia mengingatkan pentingnya program “Peluk Sehat” sebagai roh pelayanan.
“Warga harus merasa ‘dipeluk’ kesehatannya, bukan sekadar ‘dicatat’ datanya. Rasa aman dan dihargai inilah kunci kepercayaan masyarakat,” tegas Jefrin.
Ia juga meminta camat dan kepala desa menerjemahkan komitmen ini menjadi aksi nyata, termasuk penganggaran rehabilitasi Posyandu dan insentif kader berbasis kinerja humanis.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antar-pemangku kepentingan untuk menjadikan Posyandu dan Pustu sebagai rumah kedua yang hangat, inklusif, dan mampu memeluk seluruh siklus hidup masyarakat Manggarai.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar