Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua TP PKK Manggarai: Peluk Sehat Mobile Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah Pascabencana

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng, Pijarflores.com –  Gempa bumi tidak berhenti ketika getaran tanah mereda. Bagi sebagian warga, terutama kelompok rentan, dampaknya masih terasa dalam bentuk gangguan kesehatan, keterbatasan mobilitas, kecemasan, hingga terputusnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Di tengah situasi pascabencana tersebut, Peluk Sehat Mobile bergerak mendekati warga.

Pelayanan kesehatan bergerak ini menyasar dua lokus di Kabupaten Manggarai. Pada lokus pertama, tim memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada 45 orang dari unsur Tim Penggerak PKK dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pada Selasa (1/9/2026).

Sementara di Kelurahan Watu, pelayanan menjangkau 74 warga. Tim tidak hanya memberikan pelayanan di lokasi, tetapi juga melakukan kunjungan rumah kepada enam penderita stroke dan dua orang lansia yang mengalami keterbatasan untuk datang langsung ke tempat pelayanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan pascagempa bumi, ketika masyarakat membutuhkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga fleksibel dan mampu menjangkau mereka yang paling rentan.

Pascabencana, Kelompok Rentan Tidak Boleh Terlewat

Koordinator Peluk Sehat Mobile, Iwan Hari Baik, menjelaskan bahwa bencana sering kali membuat kelompok rentan menghadapi hambatan berlapis dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Penderita stroke, lansia, penyandang disabilitas, serta warga dengan penyakit kronis tidak selalu mampu mendatangi fasilitas kesehatan. Karena itu, pendekatan pelayanan harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat pascabencana.

“Peluk Sehat Mobile hadir dengan pendekatan mendatangi masyarakat. Ketika kondisi pascabencana membuat seseorang sulit datang ke fasilitas kesehatan, maka tenaga kesehatan yang datang ke rumahnya,” jelas Iwan.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari filosofi Peluk Sehat, yakni menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, ramah dan manusiawi melalui pendekatan hospitality based care.

“Dalam situasi pascabencana, pelayanan kesehatan bukan hanya soal pemeriksaan dan pengobatan. Kita juga perlu memastikan masyarakat merasa aman, didengar dan diperhatikan,” ujarnya.

Melibatkan Dokter dan Tenaga Kesehatan Lintas Institusi

Pelayanan Peluk Sehat Mobile melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dan Puskesmas Kota.

Tim juga mendapat dukungan dokter dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia, yakni dr. Tira dan dr. Glori, serta dr. Marni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Kolaborasi ini memperkuat pelayanan lapangan, terutama dalam pemeriksaan dan pengobatan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan setelah bencana.

Kehadiran tim di lapangan sekaligus menunjukkan bahwa respons kesehatan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, organisasi profesi, komunitas dan masyarakat perlu bergerak dalam satu semangat: memulihkan kesehatan dan rasa aman warga.

Anggota Sat. Pol PP Kab. Manggarai sebelum mengantar logistik untuk warga terdampak gempa di Kec. Cibal.

Ketua TP PKK: Pemerintah Harus Hadir di Tengah Warga

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai, Ibu Meldyanti Hagur Nabit, memberikan apresiasi terhadap pelayanan Peluk Sehat Mobile, khususnya karena pelayanan tersebut menyentuh masyarakat secara langsung di tengah situasi pascabencana.

Menurutnya, pelayanan kesehatan pascabencana harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang karena kondisi fisik maupun usia tidak dapat datang sendiri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menilai kehadiran tim di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah.

“Peluk Sehat Mobile adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Apalagi dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan pelayanan yang hadir langsung, mendengarkan dan memberikan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Meldyanti.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan para dokter yang terlibat dalam pelayanan tersebut.

Menurutnya, semangat kolaborasi seperti ini perlu terus dipertahankan dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Ketika Pelayanan Kesehatan Harus Datang Mencari Warga

Bencana mengajarkan satu hal penting: tidak semua warga memiliki kemampuan yang sama untuk mengakses pelayanan.

Ada warga yang bisa berjalan menuju fasilitas kesehatan. Ada yang membutuhkan pendamping. Ada pula yang bahkan tidak mampu meninggalkan rumah. Karena itu, Peluk Sehat Mobile mencoba mengisi ruang tersebut.

Enam penderita stroke dan dua lansia yang dikunjungi di rumah bukan sekadar angka cakupan pelayanan. Mereka adalah pengingat bahwa dalam situasi pascabencana, keberhasilan pelayanan kesehatan juga diukur dari kemampuan menjangkau mereka yang paling sulit dijangkau.

Pendekatan inilah yang membedakan pelayanan kesehatan bergerak dengan sekadar memindahkan tempat praktik medis.

Peluk Sehat Mobile membawa medical care sekaligus hospitality based care: memeriksa, mengobati, mendengarkan, mendampingi dan memastikan warga tetap merasa menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Sebab setelah bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan obat. Mereka membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak sendirian.

Dan ketika tenaga kesehatan datang mengetuk pintu rumah mereka, pesan yang sebenarnya sedang disampaikan adalah sederhana:

“Kami datang karena kesehatan Anda penting.”

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Satar Mese Hanyut di Kali Wae Koe Berhasil Diselamatkan

    Warga Satar Mese Hanyut di Kali Wae Koe Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 55
    • 0Komentar

    MANGGARAI, pijarflores.com – Seorang tenaga sukarela Puskesmas Iteng bernama Fulgensius Pantor (30) dilaporkan hanyut terbawa arus Kali Wae Koe, Desa Legu, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, pada Senin (18/5/2026) sore. Camat Satar Mese, Yohanes Paulus Jehanat, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, korban sedang mandi di kali sebelum volume air tiba-tiba […]

  • Bupati Hery Nabit Apresiasi Tim SAR dan Pastikan Pemantauan di Tiwu Pai Terus Berjalan

    Bupati Hery Nabit Apresiasi Tim SAR dan Pastikan Pemantauan di Tiwu Pai Terus Berjalan

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, meninjau langsung lokasi tenggelamnya seorang pelajar di Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, pada Sabtu (17/1/2026). Tiba sekitar pukul 11.00 WITA, Bupati Hery disambut oleh Camat Reok Barat, Kepala Desa To’e, Kasat Polair Polres Manggarai, Kapolsek Reo, Anggota Pos AL Reo, Danramil Reo, tenaga […]

  • PLN UIP Nusra dan BIN Daerah NTB Bersinergi Kawal Proyek Listrik Strategis

    PLN UIP Nusra dan BIN Daerah NTB Bersinergi Kawal Proyek Listrik Strategis

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperkuat sinergi dengan Badan Intelijen Negara Daerah (BIN Daerah) NTB dalam mendukung kelancaran pembangunan proyek strategis ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat. Penguatan koordinasi tersebut diwujudkan melalui audiensi General Manager PLN UIP Nusra, RDW. Manurung, bersama jajaran manajemen dengan Kepala BIN Daerah NTB, […]

  • Ahli ITB: Pengambilan Air Sungai untuk PLTP Mataloko Terbatas dan Tak Terus-menerus

    Ahli ITB: Pengambilan Air Sungai untuk PLTP Mataloko Terbatas dan Tak Terus-menerus

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan bahwa pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan secara terbatas, bersifat sementara, dan telah melalui kajian teknis serta lingkungan yang komprehensif. Pengajar […]

  • Perkuat Solidaritas dan Refleksi Nilai, FORKOMA PMKRI Regio Flores Gelar Retret Lintas Generasi di Ruteng

    Perkuat Solidaritas dan Refleksi Nilai, FORKOMA PMKRI Regio Flores Gelar Retret Lintas Generasi di Ruteng

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 50
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI) Regio Flores akan menggelar kegiatan retret dengan mengusung tema “Mari Kita Kembali untuk Berbagi”. Acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Desember 2025 di Wisma Stadion Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Retret ini […]

  • Gandeng Ahli Geothermal UGM, PLN Edukasi Masyarakat Soal Fenomena Alam di Flores

    Gandeng Ahli Geothermal UGM, PLN Edukasi Masyarakat Soal Fenomena Alam di Flores

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kupang, Pijarflores.net – Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemunculan lumpur panas dan uap di sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Pulau Flores, ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada, Pri Utami, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan proses alami yang menunjukkan adanya potensi panas bumi di wilayah tersebut. Menurut Pri Utami, manifestasi panas bumi tersebut telah ada […]

expand_less