BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa di Ruteng, Bupati Hery: Akan Dilakukan Tiap Tahun
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

VD.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, PijarFlores.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Kabupaten Manggarai, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Sky Teras Ruteng.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arif Tyastama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, perwakilan dari Kodim 1612 Manggarai, Kejari Manggarai, Polres Manggarai, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai, serta perwakilan masyarakat.
Bupati Hery Nabit mengatakan, kegiatan ini penting sebagai pembelajaran dari gempa bumi yang terjadi di Manggarai pada 15 Agustus 2026 lalu.
“Kita telah melalui dan menanganinya dengan baik. Tetapi kita semua sadar kita membutuhkan informasi yang lebih baik, kita perlu pelatihan dan pengetahuan bagi seluruh masyarakat terutama dalam menangani gempa dan tsunami. Ini merupakan dua hal yang berpotensi di wilayah kita,” ujar Bupati Hery.
Ia menegaskan, masyarakat Manggarai hidup di wilayah yang memiliki potensi kebencanaan yang tinggi, sehingga kesadaran akan risiko harus terus ditumbuhkan.
“Informasi, pengetahuan, dan pengalaman melalui Sekolah Lapang Gempa ini akan sangat penting untuk peningkatan kapasitas masyarakat termasuk pemerintah daerah dalam penanganan bencana,” katanya.
Bupati Hery juga menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang telah memilih Ruteng sebagai lokasi pelaksanaan SLG.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arif Tyastama, mengingatkan bahwa Kota Ruteng berada di wilayah berpotensi gempa bumi dan Kabupaten Manggarai berpotensi tsunami.
“Kami berharap seluruh warga agar tetap waspada dan siaga, serta siap untuk merespon peringatan dini yang dikeluarkan BMKG,” ujar Arif.
Ia berharap peserta yang mengikuti Sekolah Lapang dapat menularkan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.

Bupati Hery menambahkan, ke depan Pemerintah Kabupaten Manggarai berinisiatif menggelar Sekolah Lapang secara mandiri bekerja sama dengan BMKG.
“Kita menyadari BMKG memantau aktivitas bencana di seluruh Indonesia, bebannya sangat berat. Dalam kerangka inilah kami berpikir kerja sama di tahun mendatang untuk Sekolah Lapang akan kita lakukan sebagai inisiatif dari pemerintah kabupaten,” jelasnya.
“Kami memahami keterbatasan sumber daya kami, dalam koridor itulah kami akan bekerja sama dengan BMKG untuk mendapatkan pelatih dari BMKG untuk uji coba dan pelatihan di tahun mendatang. Kita berharap kegiatan Sekolah Lapang ini bisa dijalankan setiap tahun di setiap kecamatan, terutama di wilayah terdampak,” tutupnya.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar