Suntik Dana Rp46 Miliar, Bank NTT dan Pemkab Manggarai Kerja Sama Percepat Pembangunan Infrastruktur
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi menandatangani perjanjian kredit pinjaman daerah senilai Rp46 miliar pada Selasa (22/09/2026). Kerja sama strategis yang berlangsung di Aula Hotel Spring Hill ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Manggarai, khususnya pada sektor infrastruktur dasar dan pertanian.
Acara penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Bupati Manggarai Heribertus G. L Nabit, Wakil Bupati Fabianus Abu, Wakil Ketua II DPRD Agnes Menot, Penjabat Sekda Lamber Paput, dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Hadir Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus dan Direktur Kredit Aloysius R. A. Geong.
Komitmen Bank NTT untuk DaerahDirektur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan apresiasinya kepada Pemkab Manggarai yang telah mempercayakan Bank NTT untuk kedua kalinya dalam pembiayaan daerah.
Terkait struktur pinjaman, Charlie menjelaskan bahwa total dana yang dikucurkan adalah Rp46 miliar dengan suku bunga sebesar 9,25 persen.
“Bunganya untuk kami itu tipis sekali, yang penting program-program pemerintah bisa berjalan. Karena itu kita berharap semoga pinjaman ini bisa banyak manfaat bagi daerah,” ujar Charlie.
Bupati Manggarai, Heribertus G. L Nabit, menjelaskan bahwa Pemkab Manggarai awalnya mengajukan pinjaman sebesar Rp100 miliar melalui APBD induk.
Namun, setelah melalui proses verifikasi di Kementerian Keuangan, nominal yang disetujui dan dicairkan adalah Rp46 miliar.
Meski tidak mencapai target awal, Bupati Hery optimistis dana ini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Manggarai.
Alokasi dana pinjaman akan difokuskan pada beberapa sektor vital, antara lain:
1. Infrastruktur Jalan: Memperbaiki konektivitas antarwilayah.
2. Sektor Pertanian: Mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.
3. Sarana Perkantoran: Pembangunan dan renovasi Kantor Kelurahan.
4. Pengelolaan Lingkungan: Penyediaan sarana persampahan yang lebih layak.
Mengenai skema pengembalian, Bupati Hery menegaskan bahwa seluruh masa tenggang dan jangka waktu pelunasan pinjaman ini akan diselesaikan secara tepat waktu hingga masa akhir jabatannya.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar