Pemkab Manggarai Lepas 379 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Pj Sekda Tekankan 3 Pesan Penting
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUTENG, Pijarflores.com – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Manggarai, Lambertus Paput, mengajak seluruh elemen pemerintah mulai dari Camat, Lurah, Kepala Desa, Ketua RT/RW, hingga ASN untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 202.
Pendataan nasional ini dijadwalkan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026 dengan menggunakan metode door to door (dari rumah ke rumah).
Ajakan tersebut disampaikan Lambertus saat memimpi Apel Mingguan pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelepasan resmi 379% petugas Sensus Ekonomi 2026 di Natas Labar Motang Rua, Ruteng.
Menurut Lambertus, data hasil SE 2026 akan menjadi pondasi utama dalam perumusan kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai. Data ini mencakup sektor pemberdayaan UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga penataan investasi.
“Sensuse ekonomi ini menyasar seluruh warga masyarakat Manggarai dengan sistem pendataan dari rumah ke rumah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab para petugas di lapangan jauh lebih besar daripada sekadar melakukan penghitungan fisik.
“Tugas yang Anda emban bukan sekadar menghitung jumlah tokoh, warung, atau perusahaan. Lebih dari itu, Anda sedang memotret urat nadi perekonomian Manggarai,” tegas Lambertus.
Dalam arahannya, Pj. Sekda menitipkan tiga pesan penting kepada 379 petugas sensus:
1. Jaga Integritas: Petugas dilarang keras memanipulasi data dan wajib mencatat kondisi riil di lapangan.
2. Sikap Santun dan Humanis: Pelaku usaha dan masyarakat harus ditemui dengan menerapkan prinsip senyum, sapa, dan salam.
3. Jaga Kesehatan: Mengingat tantangan geografis Manggarai yang cukup berat, keselamatan dan kondisi fisik petugas harus menjadi prioritas utama.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan program nasional besutan Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini bertujuan untuk menyediakan basis data dasar dari seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Manggarai.
Hasil akhir dari sensus ini akan digunakan oleh pemerintah pusat hingga daerah untuk menyusun arah kebijakan pembangunan selama lima tahun ke depan.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim

Saat ini belum ada komentar