RUTENG, Pijarflores.com – Komandan Kodim (Dandim) 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban, S.E., M.M., bersama Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, S.E., Wakil Bupati Fabianus Abu, S.Pd., M.A., Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., dan Kajari Manggarai Dr. Deddi Diliyanto, S.H., M.H., memantau langsung proses evakuasi pasien di RSUD Ruteng serta pendirian posko darurat akibat gempa bumi 7,7 M, yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Personel Kodim 1612/Manggarai bergerak cepat tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WITA. TNI langsung memindahkan ratusan pasien dari dalam ruangan menuju halaman dan area jalan yang dinilai lebih aman guna mengantisipasi runtuhnya bangunan akibat guncangan gempa yang dirasakan di seluruh Pulau Flores, khususnya wilayah Manggarai.
“Kami menyiagakan semua personel untuk membantu pendirian posko bencana alam serta mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah Kabupaten Manggarai,” ujar Letkol Arh Amos Comenius Silaban.
Ia menegaskan bahwa situasi pasca-gempa saat ini seluruh personel Kodim 1612/Manggarai tetap disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan situasi, memastikan keselamatan pasien dan masyarakat, serta mengantisipasi adanya gempa susulan.
Hingga berita ini diturunkan, para pasien masih dirawat di luar ruangan di dalam ratusan tenda darurat yang telah berhasil dibangun.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan secara sinergis melibatkan dokter dan staf RSUD Ruteng, personel kepolisian, Satpol PP, PMI Manggarai, Tagana, serta dibantu oleh keluarga pasien dan warga sekitar.
Saat ini belum ada komentar