Dukung Nelayan Lombok Timur Pangkas Biaya Operasional, PLN UIP Nusra Hadirkan Mesin Kapal Listrik
- account_circle Tim PF
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Nusra, Riyan Dharma Putra, menyerahkan secara simbolis mesin kapal berbasis listrik kepada kelompok nelayan Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mataram, Pijarflorescom – Program mesin kapal berbasis listrik dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) diharapkan dapat membantu nelayan Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, dalam menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas melaut. Desa Labuan Pandan merupakan salah satu wilayah Ring 1 pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 Sambelia.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menjadi bagian dari upaya PLN UIP Nusra menghadirkan manfaat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan bagi masyarakat di sekitar proyek. Melalui pemanfaatan mesin kapal berbasis listrik, PLN sekaligus mendorong pengenalan teknologi berbasis energi listrik pada aktivitas produktif masyarakat pesisir.
Kepala Desa Labuan Pandan, M. Saruji, mengapresiasi bantuan yang diberikan PT PLN (Persero) UIP Nusra melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Menurutnya, bantuan tersebut tepat sasaran mengingat nelayan setempat menghadapi kendala dalam memperoleh BBM karena lokasi pengisian yang relatif jauh.
“Harapannya bantuan ini dapat menekan pengeluaran nelayan untuk BBM dan meningkatkan produktivitas nelayan kita,” ujar Saruji.
Ia berharap mesin kapal dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima manfaat dan digunakan secara bergilir sesuai kebutuhan.
“Kami selaku pemerintah Desa Labuan Pandan tentunya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga para nelayan bisa menggunakan mesin kapal ini sebaik-baiknya karena bantuan ini diperuntukkan bagi kelompok,” katanya.
Hal senada disampaikan salah seorang nelayan penerima manfaat, Faisal. Penggunaan mesin kapal berbasis listrik, kata Faisal, dapat membantu mengurangi biaya melaut. Selama ini, keterbatasan biaya untuk membeli BBM bahkan membuat nelayan harus meminjam uang sebelum melaut.
“Senang dengan adanya bantuan ini karena bisa mengurangi pengeluaran. Kalau sedang tidak punya uang untuk beli bensin, kadang kami harus meminjam. Dengan mesin ini, mudah-mudahan biaya melaut bisa lebih ringan,” ujar Faisal.
Selain persoalan biaya operasional, Faisal menyebut nelayan juga menghadapi risiko ketika mesin kapal mengalami gangguan di tengah laut. Kondisi tersebut membuat nelayan harus menunggu bantuan dari kapal lain yang melintas.
Program tersebut merupakan bagian dari Empower Island Transport: Electrifying Marine Transport for Clean Ocean, Safe Crossing & Sustainable Island Mobility. Melalui program ini, PLN UIP Nusra mendorong pemanfaatan teknologi berbasis listrik untuk mendukung aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan saat melaut.
Dukungan PLN UIP Nusra kepada nelayan dilakukan secara bertahap. Pada Mei 2026, PLN UIP Nusra telah memberikan cat dan perlengkapan pendukung kepada kelompok nelayan. Selanjutnya, satu unit mesin kapal berbasis listrik telah diserahkan dan dimanfaatkan oleh nelayan sebagai bagian dari tahap awal program.
Secara keseluruhan, PLN UIP Nusra menyiapkan 10 unit mesin kapal berbasis listrik melalui program tersebut. Setelah penyerahan satu unit pada tahap awal, sembilan unit mesin kapal listrik lainnya akan diserahkan secara bertahap kepada kelompok nelayan penerima manfaat.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan Program Electrifying Marine merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih di sektor kelautan.
“PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dan energi bersih kepada masyarakat pesisir,” ujar Manurung.
Pemanfaatan mesin kapal berbasis listrik diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan nelayan terhadap BBM, sekaligus mendukung aktivitas perikanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sementara itu, penyediaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan aspek keselamatan nelayan saat melaut.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar