Breaking News
light_mode
Trending Tags

POLEMIK GEOTHERMAL DI FLORES, DIMANA PARA USKUP BERDIRI?

  • account_circle Edi Danggur
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Edi Danggur

Pijarflores.com – Di Flores, proyek geothermal bukan soal sumber energi listrik. Proyek geothermal telah menjadi garis pemisah. Ada yang pro karena butuh lapangan kerja dan listrik murah. Ada yang kontra karena takut hutan adat, mata air, dan tanah leluhur hilang.

Di tengah tarik-menarik ini, satu pertanyaan menggema: ke manakah seharusnya para pemimpin Gereja, Uskup dan Pastor, berpihak?

Gereja Harus Menjadi Matahari

Ada harapan kuat agar Gereja bersikap seperti matahari: menerangi semua orang tanpa memilah. Matahari tidak bertanya apakah yang di bawahnya orang baik atau jahat. Ia tetap bersinar.

Dalam konteks polemik geothermal, harapan itu berarti: Gereja tidak masuk ke kubu pro atau kontra. Gereja berdiri di tengah sebagai mediator.

Alasannya sederhana. Kalau kohesivitas masyarakat sudah pecah, maka Gereja masih punya ruang untuk menjadi “part of solution” (bagian dari solusi).

Sebaliknya, kalau sejak awal Gereja sudah mengambil posisi, maka ruang itu tertutup. Umat yang berbeda pilihan akan merasa “Uskup dan Pastor sendiri sudah tidak bersama kami”.

Akibatnya, Gereja yang tadinya diharapkan jadi jembatan, justru terjebak menjadi “part of problem” (bagian dari masalah).

Inilah yang kini kita lihat di Flores. Ketika banyak pemimpin Gereja sejak awal berada di barisan kontra geothermal, maka dialog dengan pemerintah dan investor menjadi sulit.

Pemerintah menuduh Gereja menghambat pembangunan. Investor menutup pintu. Padahal masalahnya belum selesai.

Bagaimana Seharusnya Gereja Bersikap?

Apakah berarti Gereja harus diam dan netral? Tidak. Gereja punya tiga peran: Imam, Nabi, dan Raja.

Sebagai Nabi, Gereja tidak boleh bungkam ketika keutuhan ciptaan dan martabat manusia terancam. Dalam Ensiklik Laudato Si’ , Paus Fransiskus mengingatkan: “merawat rumah bersama” adalah kewajiban iman. Diam di hadapan ketidakadilan ekologis sama dengan menyangkal Injil.

Namun sebagai Imam, Gereja juga dipanggil untuk mempersatukan. Maka posisi yang paling tepat bukanlah “abu-abu”, melainkan “berpihak pada prinsip, bukan pada proyek”.

Prinsip itu bisa dirumuskan dalam satu frasa Latin: Caritas veritatem loquitur. Kasih mengatakan kebenaran. Artinya, Gereja tidak perlu berteriak “tolak geothermal” atau “dukung geothermal”.

Gereja perlu bersuara: “Kami tolak jika AMDAL dipalsukan, jika FPIC diabaikan, jika tanah adat dirampas, jika re-injeksi tidak dilakukan”.

Sebaliknya, “Kami dukung proyek Geothermal jika transparansi dijaga, jika dampak diminimalisir, jika PAD kembali untuk rakyat dan lingkungan dipulihkan”.

Dengan cara ini Gereja tidak sedang membela perusahaan atau LSM. Gereja sedang membela kebenaran dan keadilan. Itu posisi kenabian yang tidak memecah, tetapi mencerahkan.

Pesan Moral dari Proyek Geothermal Flores

Realitas di Flores mengajarkan kita pelajaran yang harganya mahal. Ketika Gereja sudah terlanjur berada di satu kutub, maka energi habis untuk berhadapan, bukan untuk berdialog. Warga yang pro merasa dikhianati. Warga yang kontra merasa dibiarkan sendiri.

Padahal peran paling strategis Gereja adalah di ruang tengah: duduk bersama warga yang takut, duduk bersama pemerintah yang ngebut, duduk bersama perusahaan yang mengejar target.

Gereja bisa jadi penerjemah. Menerjemahkan ketakutan warga ke dalam bahasa kebijakan. Menerjemahkan data teknis ke dalam bahasa hati nurani.

Anthony de Mello dalam bukunya berjudul Awareness, mengingatkan: kebanyakan kita hidup dalam tidur. Kita bereaksi sebelum menyadari.

Gereja dipanggil untuk membangunkan, bukan dengan teriakan, tetapi dengan kesadaran. Sadar bahwa energi bersih kita butuhkan. Sadar juga bahwa tanpa keadilan, energi itu akan melahirkan luka baru.

Menjadi Matahari yang Tidak Membakar

Gereja tidak dipanggil menjadi LSM lingkungan. Gereja tidak dipanggil untuk mengibarkan bendera dari kelompok tertentu. Gereja juga tidak dipanggil menjadi humas proyek. Gereja dipanggil menjadi hati nurani bangsa.

Maka jawaban atas dilema ini adalah: Gereja tidak usah memilih “pro atau kontra geothermal”. Gereja harus memilih “pro pada proses yang benar, dan kontra pada keserakahan”.

Dengan begitu Gereja tetap menjadi matahari. Menerangi tanpa membakar. Menghangatkan tanpa memihak. Dan di tengah perpecahan, menghadirkan kemungkinan rekonsiliasi.

Karena pada akhirnya, umat tidak butuh pemimpin yang paling keras. Umat butuh pemimpin yang paling berani berkata benar. Mengatakan kebenaran dengan kasih.

Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Edi Danggur
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Hangat Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu Silaturahmi Idulfitri di Reo

    Momen Hangat Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu Silaturahmi Idulfitri di Reo

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, melaksanakan silaturahmi Idulfitri bersama keluarga Muslim di wilayah Reo, Minggu (22/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menjaga dan mempererat kerukunan antarumat beragama. Dalam suasana penuh kehangatan, Wakil Bupati disambut oleh tokoh masyarakat dan umat Muslim setempat. Momentum silaturahmi ini dimanfaatkan untuk saling bermaafan sekaligus […]

  • Wujudkan Inklusi Keuangan, Bank NTT Ruteng Beri Penghargaan Spesial untuk Agen Be Ju Bisa

    Wujudkan Inklusi Keuangan, Bank NTT Ruteng Beri Penghargaan Spesial untuk Agen Be Ju Bisa

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/ – Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para mitra dalam memperluas akses keuangan, Bank NTT Cabang Ruteng menggelar Customer Gathering dan Pemberian Penghargaan bagi Agen Be Ju Bisa wilayah Capem Iteng dan Kantor Fungsional (KF) Narang, Kamis (9/4/2026). Acara yang berlangsung di Kantor Fungsional Narang ini menyasar para agen Laku Pandai dari Kecamatan Satar […]

  • Kunjungi Sekolah di Cibal, Kadis PPO Wensislaus Sedan Ingatkan Guru soal Disiplin dan Literasi

    Kunjungi Sekolah di Cibal, Kadis PPO Wensislaus Sedan Ingatkan Guru soal Disiplin dan Literasi

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 54
    • 0Komentar

    RUTENG, Pijarflores.com – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, NTT, Wensislaus Sedan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Cibal pada Sabtu, 25 April 2026 pagi. Adapun lembaga pendidikan yang dikunjungi meliputi SMPN 2 Cibal, SMAN 3 Cibal, SDK Ri’i, SDI Perak, dan SDI Cumpe. Kehadiran Kadis PPO ini disambut […]

  • Pastikan Manfaat Nyata, PLN UIP Nusra Perkuat Dialog Masyarakat dalam Pengembangan Geothermal Flores

    Pastikan Manfaat Nyata, PLN UIP Nusra Perkuat Dialog Masyarakat dalam Pengembangan Geothermal Flores

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/ – Aspek sosial dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan keterlibatan masyarakat disebut menjadi kunci agar proyek transisi energi dapat berjalan secara berkelanjutan. Social Expert PT Connusa, Dennis Goonting, mengatakan bahwa tim sosial memiliki peran untuk memastikan masyarakat […]

  • Sinergi Kesehatan di Kampus, Puskesmas Kota Ruteng Periksa Puluhan Civitas Akademika STIE Karya

    Sinergi Kesehatan di Kampus, Puskesmas Kota Ruteng Periksa Puluhan Civitas Akademika STIE Karya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Puskesmas Kota Ruteng menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis di kampus STIE Karya Ruteng, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Business Festival III STIE Karya Ruteng yang dibuka oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, sehari sebelumnya. Pelaksana Tugas sekaligus Penanggung Jawab Cek Kesehatan Gratis (CKG) […]

  • Panggung Milik Mereka! 50 Siswa SD ‘Sihir’ Penonton di Lomba Bertutur Manggarai

    Panggung Milik Mereka! 50 Siswa SD ‘Sihir’ Penonton di Lomba Bertutur Manggarai

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam Lomba Bertutur Anak SD tingkat Kabupaten Manggarai yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Maret 2026 di Aula Kantor Bupati Manggarai ini dihadiri ratusan penonton yang antusias menyaksikan penampilan para peserta. Sebanyak 50 siswa sekolah dasar dari berbagai wilayah di Manggarai […]

expand_less