Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di SDI Tenda, Kadis Wens Ajak Guru Cetak Generasi Patriotik dan Berempati
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

Upacara Sumpah Pemuda ke-98 di SDI Tenda, Ruteng, Kab. Manggarai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUTENG, Pijarflores.com – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SDI Tenda, Rabu (28/10/2026). Dalam momentum tersebut, Kadis Wens menekankan pentingnya membangun karakter manusia sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, Kadis Wens mengingatkan kembali ikrar pemuda 98 tahun lalu yang telah menyatukan perbedaan dan melahirkan tekad berdiri sebagai satu bangsa.
Ia menegaskan bahwa kemajuan sejati bukan sekadar tentang gedung pencakar langit atau teknologi canggih, melainkan dimulai dari karakter manusia yang mencintai tanah air dan peduli terhadap sesama.
“Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujar Kadis Wens saat menjadi pembina upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SDI Tenda.

Foto bersama Kadis PPO Manggarai bersama guru-guru, dan siswa SDI Tenda, Kec. Langke Rembong.
Ia juga mengajak seluruh pemuda dan siswa untuk berani bermimpi tinggi, bekerja keras, serta menjadi generasi yang berani memimpin sekaligus bersedia melayani. Setiap ilmu dan karya harus dijadikan bukti nyata cinta kepada Indonesia.
Di hadapan para tenaga pendidik, Kadis Wens meminta bapak dan ibu guru di SDI Tenda untuk tetap kompak dan terus meningkatkan profesionalisme. Hal ini penting agar sekolah dapat memberikan pendidikan yang bermutu dan terus mendapatkan kepercayaan yang baik dari masyarakat.
“Kita harus bangkit menjadi pemuda dan pemudi, meskipun tahun depan kita pensiun. Saya titip generasi penerus bangsa ini agar bisa menopang negara kita ke depan di berbagai bidang, khususnya untuk Manggarai tercinta,” tuturnya.
Ia menambahkan guru harus menjadi contoh, teladan, juga panutan yang baik bagi generasi cerdas bangsa. Menurutnya orang tua dan masyarakat juga perlu mendukung terkait pembentukan karakter patriotisme, kegigihan, dan ketangguhan serta empati dalam diri murid, karena harus disadari, pembentukan karakter murid merupakan kerja kolaboratif antara guru, orang tua dan masyarakat. Murid bersama guru katanya hanya 3 sampai dengan 7 jam, sisanyamereka bersama orang tua dan masyarakat.
Terkait fasilitas sekolah, Kadis Wens mengumumkan bahwa SDI Tenda ke depan akan mendapatkan bantuan ruang kelas darurat yang bersifat portabel dari WVI. Selain itu, dalam mendukung masa pemulihan, seluruh lembaga pendidikan juga akan mendapatkan program revitalisasi.
Upacara ditutup dengan ajakan kolaborasi demi membangun dunia pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Manggarai. “Mari kita bangkit dengan semangat dedikasi yang tinggi. Bergerak lebih cepat dan berkolaborasi dengan baik,” pungkasnya.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar