Breaking News
light_mode
Trending Tags

Evaluasi Menyeluruh: TPKJM Manggarai Perkuat Strategi Penanganan ODGJ dan Penghapusan Pasung

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng, Pijarflores.com – Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Manggarai menggelar Workshop Penguatan Tim pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 KSP Mawar Moe Ruteng ini bertujuan merefleksikan capaian penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta merumuskan langkah strategis untuk tahun berjalan.

Workshop yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput ini, dihadiri oleh 70 peserta lintas sektor. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Bapperida, Dinas Sosial, Dinas PMD, Polresta Manggarai, Kodim 1216, serta mitra pembangunan seperti Yayasan Ayo Indonesia, Caritas, dan PSE. Kehadiran 10 Kepala Desa dari wilayah program “Bersahaja” dan 25 Kepala Puskesmas menandakan komitmen kuat hingga ke tingkat akar rumput.

Data Terkini: 942 Pasien Terdata, 39 Masih Dipasung

Dalam paparannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, mengungkapkan data terkini per 27 Juli 2026. Total pasien ODGJ yang terdata di seluruh Kabupaten Manggarai mencapai 942 jiwa.

Dalam arahannya Kadis Jefrin, menekankan bahwa di balik angka tersebut terdapat nyawa manusia yang membutuhkan pertolongan nyata. “Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2023 bukan sekadar kertas, melainkan janji kita kepada masyarakat bahwa tidak ada lagi warga Manggarai yang menderita sendirian,” tegasnya.

Data sebaran pasien menunjukkan bahwa Kecamatan Langke Rembong memiliki jumlah kasus tertinggi dengan 121 pasien, diikuti closely oleh Ruteng (116 pasien) dan Rahang Utara (111 pasien). Sementara itu, tantangan terbesar masih terletak pada praktik pemasungan. Saat ini, tercatat masih ada 39 jiwa (4,24%) yang hidup dalam kondisi dipasung.

Kecamatan Satarmese menjadi wilayah dengan angka pemasungan tertinggi, yakni 10 kasus, diikuti Satarmese Utara (7 kasus) dan Satarmese Barat (5 kasus). Ironisnya, beberapa kecamatan seperti Cibal Barat, Reok Barat, dan Wae Ri’i telah berhasil nihil pasung, menjadi bukti bahwa penghapusan pasung sangat mungkin dicapai dengan koordinasi yang tepat.

Cakupan Pengobatan Capai 63%, Tantangan di Reok Barat

Dari sisi akses layanan, Kabupaten Manggarai mencatat progres positif di mana 609 pasien (63,60%) telah mendapatkan pengobatan rutin. Beberapa kecamatan bahkan Achieved 100% cakupan pengobatan, yaitu Satarmese Utara dan Cibal Barat.

Namun, disparitas layanan masih menjadi pekerjaan rumah. Kecamatan Reok Barat dan Satarmese Barat masih mencatat persentase pasien yang mendapat pengobatan di bawah 40% (masing-masing 38,82% dan 38,64%). Rendahnya angka ini mengindikasikan perlunya pendekatan khusus dan penguatan peran kader kesehatan di wilayah tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Pemulihan

Workshop ini juga menjadi wadah evaluasi implementasi Program Bersahaja bersama Yayasan Ayo Indonesia. Program rehabilitasi berbasis masyarakat ini dinilai sukses membuktikan bahwa pemulihan ODGJ tidak bisa hanya mengandalkan medis, tetapi butuh dukungan keluarga dan pemerintah desa.

“Sesi refleksi hari ini menjadi ruang jujur bagi kami untuk melihat apa yang masih belum berjalan optimal,” ujar salah satu peserta dari unsur Puskesmas.

Melalui diskusi panel dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), TPKJM Manggarai bertekad menurunkan angka pasung menjadi nol persen dan meningkatkan cakupan pengobatan secara merata.

Kolaborasi antara dinas teknis, aparat keamanan (Polisi dan TNI), serta tokoh masyarakat diharapkan mampu menghilangkan stigma dan memastikan setiap ODGJ mendapatkan hak hidupnya sebagai manusia yang bermartabat.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Riky Huwa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Panas Bumi Flores: PLN UIP Nusra Perkuat Sinergi Lewat Forum Komunikasi

    Proyek Panas Bumi Flores: PLN UIP Nusra Perkuat Sinergi Lewat Forum Komunikasi

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata yang diselenggarakan di Kampus II IFTK Ledalero, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/7). Kehadiran PLN dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun dialog yang terbuka dengan […]

  • Langkah Konkret PLN UIP Nusra-Pemkab Manggarai Menuju Flores Mandiri Energi

    Langkah Konkret PLN UIP Nusra-Pemkab Manggarai Menuju Flores Mandiri Energi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 60
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Nusa Tenggara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi Vice President Panas Bumi PT PLN (Persero), Maternikus Tigor Marolop Situmorang, ke Kantor Bupati Manggarai pada Jumat (5/12) di Ruteng. Kunjungan ini bertujuan […]

  • Perkuat Solidaritas dan Refleksi Nilai, FORKOMA PMKRI Regio Flores Gelar Retret Lintas Generasi di Ruteng

    Perkuat Solidaritas dan Refleksi Nilai, FORKOMA PMKRI Regio Flores Gelar Retret Lintas Generasi di Ruteng

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 60
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI) Regio Flores akan menggelar kegiatan retret dengan mengusung tema “Mari Kita Kembali untuk Berbagi”. Acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Desember 2025 di Wisma Stadion Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Retret ini […]

  • Ahli ITB: Pemanfaatan Lahan Aktual PLTP Mataloko Sangat Minim dan Efisien

    Ahli ITB: Pemanfaatan Lahan Aktual PLTP Mataloko Sangat Minim dan Efisien

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – Ahli geothermal Institut Teknologi Bandung (ITB), Ali Ashat, meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya terkait pemahaman mengenai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan kebutuhan lahan aktual untuk pembangunan fasilitas panas bumi, Senin (13/7/2026). […]

  • PLN UIP Nusra Perluas Akses Air Bersih hingga Desa Atakore di Lembata

    PLN UIP Nusra Perluas Akses Air Bersih hingga Desa Atakore di Lembata

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperluas jangkauan manfaat program Desa Berdaya air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia, PT PLN (Persero) UIP Nusra melakukan pengembangan […]

  • MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

    MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Danggur Pijarflores – Jika ada sengketa tanah di antara warga masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog atau bipartit. Jangan cepat-cepat menyerahkan sengketa itu kepada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim). Sebab, dengan demikian Anda menyerahkan kendali untuk menyelesaikan masalah itu kepada pihak lain. Kaum bijak biasanya menasehati: “Jika kamu tidak duduk di meja perundingan […]

expand_less