Tangis Haru Warga Rengkas Pecah Saat Dikunjungi Ketua TP PKK Manggarai, Pemkab Siapkan Hunian Sementara Pascagempa M 7,7
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 155
- comment 0 komentar
- print Cetak

Meldyanti saat menyerahkan satu tenda pengungsi dan matras ke Gabriel dan beberapa warga yang juga mengalami kerusakan parah rumahnya di Kampung Rengkas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Air mata Metildis tidak terbendung lagi saat bertemu langsung dengan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, pada Selasa (8/9/2026).
Istri dari Gabriel Ramu, warga Kampung Rengkas, Desa Golo Lambo, Kecamatan Satar Mese ini langsung menangis dan memeluk erat istri Bupati Manggarai tersebut demi meluapkan rasa pasrahnya atas musibah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang meruntuhkan tempat tinggal mereka.
Kesedihan mendalam juga dirasakan oleh Daniel Jampur, warga Dusun Rengkas lainnya. Rumah yang baru satu tahun ia bangun dengan susah payah, runtuh seketika saat gempa tektonik hebat mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) bulan lalu.

Daniel Jemparut di Kampung Rengkas, Desa Golo Lambo, yang rumahnya rusak berat akibat gempa M 7,7.
“Saat terjadi gempa, saya langsung keluar rumah dan menyaksikan sendiri bagaimana rumah itu roboh seketika,” kisah Daniel kepada Meldyanti.
Beruntung, saat malam kejadian, Daniel bersama keluarganya sedang tidur di rumah sang ayah, David Dangkut, yang terletak tepat berdampingan dengan rumahnya.
Dusun Rengkas di Desa Golo Lambo memang menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Di tengah kondisi darurat ini, kehadiran Meldyanti Hagur membawa angin segar dan harapan baru bagi para korban.
Respon Cepat Pemkab Manggarai: Tenda dan Paket Bantuan Disalurkan
Usai memantau langsung puing-puing rumah Daniel, Meldyanti bergerak cepat menyerahkan satu unit tenda pengungsian. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai yang ikut dalam rombongan langsung bahu-membahu mendirikan tenda darurat tersebut di depan rumah Daniel dan ayahnya.

Penataan tenda pengungsi di Kampung Rengkas, Desa Golo Lambo, Kec. Satar Mese, oleh Anggota Satuan Pol PP Kab. Manggarai.
Selain tenda, Meldyanti juga menyerahkan berbagai bantuan logistik esensial dari BNPB dan BPBD Kabupaten Manggarai, termasuk terpal, matras, serta paket khusus bayi bagi warga terdampak di Dusun Rengkas.
Sebelumnya pada hari yang sama, aksi kemanusiaan ini diawali dengan pembagian paket sembako yang dipusatkan di halaman SDI Golo Lambo.
Daniel mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas perhatian yang tiada henti dari berbagai tingkat pemerintahan.
“Selama ini bantuan terus hadir di kampung kami, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa. Kami sangat berterima kasih untuk kepedulian ini,” ungkap Daniel.
Namun, ia dan Metildis menaruh harapan besar agar pemerintah bisa segera memberikan bantuan stimulan untuk membangun kembali rumah mereka yang hancur.
Pemkab Segera Bangun Hunian Sementara (Huntara)
Merespons harapan besar masyarakat, Meldyanti Hagur membawa kabar baik mengenai rencana strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Pemkab dalam waktu dekat dijadwalkan akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya berkategori rusak parah atau tidak layak huni akibat gempa.
Di samping membawa bantuan fisik, Meldyanti juga terus memberikan penguatan psikologis dan mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih sering terjadi,” imbau Meldyanti di hadapan warga.
Sebagai informasi tambahan, Dusun Rengkas yang diguncang kerusakan masif ini letaknya cukup unik. Berdasarkan informasi dari warga setempat, wilayah pemukiman yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan ini memiliki sebuah sumber mata air panas alami yang dikenal luas oleh masyarakat sekitar dengan nama ‘Wae Wau’.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar