Progres Revitalisasi SMPN 3 Satar Mese Barat Mencapai 40 Persen
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

SMPN 3 Satar Mese Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah pusat menghadirkan perubahan signifikan bagi SMPN 3 Satar Mese Barat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).Sekolah yang berada di Desa Satar Luju, Kecamatan Satar Mese Barat tersebut kini bersiap memiliki fasilitas belajar yang jauh lebih layak.
Sebelumnya, sekolah di Kampung Mampau ini mengalami berbagai kerusakan parah yang sempat mengganggu kenyamanan proses pembelajaran.
Sebelum tersentuh program revitalisasi, kondisi bangunan sekolah dinilai sudah tidak layak digunakan. Pihak sekolah didera masalah atap bocor, lantai rapuh, tembok jebol, struktur kayu yang mulai lapuk, hingga kekurangan ruang kelas.
Keterbatasan sarana ini sempat memaksa siswa dan guru menumpang di ruangan lain, sehingga fungsi operasional ruangan menjadi tidak beraturan.Kepala SMPN 3 Satar Mese Barat, Florianus Mador, menjelaskan bahwa bantuan pusat ini merupakan hasil dari rangkaian proses perjuangan yang panjang.
“Tahapan awal dimulai saat kami disurvei oleh Dinas PPO melalui Dinas PUPR. Mereka menganalisis tingkat kerusakan bangunan termasuk mebeler (furniture sekolah). Hasil perhitungan mereka menunjukkan sekolah ini sangat layak mendapatkan bantuan program revitalisasi,” ujar Florianus kepada wartawan, Senin (03/08/2026).
Setelah survei awal, tim dari tingkat provinsi datang untuk melakukan verifikasi kelayakan akhir hingga SMPN 3 Satar Mese Barat resmi ditetapkan sebagai penerima manfaat.
“Saat bimbingan teknis (bimtek) di Kupang, memang ada banyak sekolah lain yang juga membutuhkan bantuan, bahkan mungkin kerusakannya lebih parah. Namun, pertimbangan utama kami diakomodasi adalah karena mendesaknya kebutuhan Ruang Kelas Baru (RKB). Kementerian akhirnya memutuskan untuk menggabungkan penambahan RKB sekaligus rehabilitasi ruangan lain agar penanganannya tuntas sekali jalan. Setelah proses bimtek itu, kami langsung menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ungkapnya.
Ruangan kelas SMPN 3 Satar Mese Barat.Florianus menyebutkan total anggaran program revitalisasi yang dikucurkan melalui dana APBN ini mencapai Rp1.079.372.000 (Satu miliar tujuh puluh sembilan juta tiga ratus tujuh puluh dua ribu rupiah).Dana tersebut dialokasikan secara mendetail untuk membenahi infrastruktur sekolah yang rusak.
“Pagu anggaran sebesar Rp1 miliar lebih ini kami gunakan untuk merehabilitasi empat ruang kelas, ruang administrasi, ruang perpustakaan, serta membangun satu unit Ruang Kelas Baru (RKB),” beber Florianus meluruskan detail teknisnya.
Proyek fisik ini telah mulai dikerjakan sejak 11 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender. Setelah berjalan kurang lebih satu bulan, progres pembangunan di lapangan kini berjalan positif dan telah menyentuh angka sekitar 40 persen.
Seluruh agenda pembangunan dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk oleh pihak sekolah dengan melibatkan unsur komite serta masyarakat sekitar.
Menariknya, seluruh tenaga kerja yang terserap memanfaatkan potensi dan keahlian warga lokal di bidang konstruksi.
“Semua dikerjakan sesuai petunjuk teknis (juknis). Mulai dari material kayu, batu, dan bahan bangunan lainnya, kami maksimalkan potensi lokal. Termasuk tenaga kerja, kami mempekerjakan tukang-tukang yang berasal dari warga sekitar sekolah,” jelasnya.
Melalui momentum ini, Florianus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat maupun daerah atas realisasi bantuan tersebut. Terlebih, setelah menanti belasan tahun, aspirasi pembenahan sekolah ini akhirnya didengar.
“Kami sangat bersyukur. Selama 16 tahun berdiri, SMPN 3 Satar Mese Barat terus-menerus mengalami kekurangan ruangan serta perabot. Meskipun sebelumnya sempat ada intervensi bantuan dari pemerintah daerah, kehadiran RKB dari pusat kali ini benar-benar menyelesaikan masalah mendasar kami. Pemerintah telah hadir memberikan solusi,” tutur Florianus.
Kendati sejauh ini proses pengerjaan berjalan mulus tanpa kendala signifikan, Florianus tetap menaruh harapan besar agar pemerintah konsisten memberikan dukungan penuh bagi kemajuan dunia pendidikan di wilayah pelosok, khususnya di SMPN 3 Satar Mese Barat.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar